URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kondisi jembatan Sungai Sigandu di Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang, Kabupaten Semarang, kian mengkhawatirkan. Kerusakan terjadi sejak sebulan terakhir akibat tergerus arus sungai, membahayakan warga yang melintas. Untuk mencegah kecelakaan, warga memasang pembatas dan membuat jembatan darurat sambil menunggu perbaikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pondasi Hanyut Terkikis Arus Sungai, Jembatan Desa Branjang Ungaran Barat Nyaris Roboh

Pondasi Hanyut Terkikis Arus Sungai, Jembatan Desa Branjang Ungaran Barat Nyaris Roboh

Pondasi Hanyut Terkikis Arus Sungai, Jembatan Desa Branjang Ungaran Barat Nyaris Roboh

Dua bocah nekat melintasi jembatan Sungai Sigandu, Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang, Ungaran Barat yang kondisinya mengkhawatirkan, Kamis (4/12/2025). Foto: win
Dua bocah nekat melintasi jembatan Sungai Sigandu, Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang, Ungaran Barat yang kondisinya mengkhawatirkan, Kamis (4/12/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi jembatan Sungai Sigandu yang berada di Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mengkhawatirkan. Jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Branjang dan Kalisidi itu tampak menganga di bagian pondasi akibat tergerus aliran sungai.

Tak hanya itu, badan jembatan juga telah berlubang di beberapa bagian sehingga sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Palang berupa bambu juga dipasang di sekitar jembatan sebagai peringatan agar kendaraan roda empat tidak melintas.

Ihsan Maulana (35), salah seorang warga setempat menuturkan kerusakan jembatan terjadi sejak satu bulan yang lalu. Penyebabnya adalah talud jembatan yang runtuh terkikis arus sungai.

“Sudah tidak ada penyangganya dari bawah, sehingga kalau ada motor atau mobil yang lewat sangat berbahaya,” ujarnya ditemui di lokasi, Kamis (4/12/2025).

Menurut Ihsan, jembatan ini sangat penting sebagai akses tercepat penghubung Desa Branjang dan Kalisidi.

“Sebenarnya ada jalur lain tapi harus muter 2 kilometer, ditambah licin dan cukup terjal. Banyak kejadian motor jatuh kalau lewat sana,” ungkapnya.

Dikatakan Ihsan, sebelumnya sudah ada peninjauan akan tetapi warga belum mengetahui tentang rencana perbaikannya. Untuk sementara, warga berinisiatif membuat jembatan darurat menggunakan anyaman bambu.

“Jika sewaktu-waktu roboh, warga masih bisa lewat meski harus ekstra hati-hati,” paparnya.

Salah seorang pengguna jalan, Zulfa Amalia mengaku sering melintasi jembatan ini dengan alasan rute terdekat. Ia khawatir jembatan bisa roboh sewaktu-waktu.

“Ngeri dan takut juga kalau pas lewat. Mau muter jalurnya jauh dan licin,” katanya.

Sementara Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy yang melakukan pemantauan di lokasi tersebut sebelumnya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana alam.

“Kejadian bencana tidak dapat diduga. Mitigasi awal dan respons cepat menjadi langkah penting dalam mencegah serta menanggulangi bencana di wilayah Kabupaten Semarang,” tegasnya.

Ratna meminta seluruh personel lebih peka terhadap kondisi lingkungan di tempat tinggal masing-masing. Ia menekankan pentingnya pemantauan bersama warga dan perangkat desa untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini, serta segera melaporkannya ke pimpinan.

“Kami juga telah mengimbau warga agar tidak menggunakan akses jembatan tersebut,” timpalnya. (win)

BACA JUGA :

Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Aksi tiga remaja yang mengeluarkan separuh badan dari jendela mobil saat melaju di ruas Tol Semarang-Solo viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di KM 430 wilayah Kabupaten Semarang itu berujung penindakan tilang oleh personel Patroli Jalan Raya (PJR). Selain dikenai sanksi tilang, para pelaku juga diminta membuat video permintaan maaf dan menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya karena aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan.
Viral Remaja Keluar dari Jendela Mobil di Tol Semarang-Solo, Tiga Pemuda Ditilang dan Minta Maaf
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Bawen–Salatiga Km 452+800 Jalur A, wilayah Kauman Kidul, Sidorejo, Kota Salatiga, Senin (13/7/2026). Sebuah Toyota Innova menabrak bagian belakang truk tronton saat diduga hendak mendahului dari lajur kanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi Innova mengalami luka berat dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Innova Tabrak Truk Tronton di Tol Bawen–Salatiga, Pengemudi Alami Luka Berat
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah