URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
UKSW memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui program Satya Wacana International Scholarship. Program ini disampaikan pimpinan UKSW di Kampus UKSW Salatiga pada 19 Januari 2026. SWIS dihadirkan untuk meningkatkan daya saing global, membangun ekosistem multikultural, serta memperkaya atmosfer akademik melalui kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Amrin Shaikh, Mahasiswi FTI asal India, Kuliah di UKSW, “Teman Indonesia Ramah”

Amrin Shaikh, Mahasiswi FTI asal India, Kuliah di UKSW, “Teman Indonesia Ramah”

Amrin Shaikh, Mahasiswi FTI asal India, Kuliah di UKSW, “Teman Indonesia Ramah”

Mahasiwa program SWIS berfoto bersama
Mahasiwa program SWIS berfoto bersama
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui program Satya Wacana International Scholarship (SWIS). Program beasiswa internasional ini menjadi salah satu strategi utama UKSW dalam membangun ekosistem pendidikan multikultural sekaligus meningkatkan daya saing global perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy, dalam konferensi pers yang digelar di Kampus UKSW hari ini (19/01/2026) menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional melalui SWIS memberi dampak strategis bagi atmosfer akademik kampus. Menurutnya, interaksi lintas budaya yang terbangun di ruang kelas maupun aktivitas kampus memperkaya perspektif civitas academica serta menumbuhkan nilai toleransi dan kolaborasi global.

“SWIS bukan sekadar program beasiswa, tetapi bagian dari komitmen UKSW untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan secara global dan berpijak pada nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Kesan penerima SWIS

Dari sisi penerima manfaat, mahasiswa internasional merasakan langsung iklim akademik dan sosial yang inklusif di UKSW. Amrin Shaikh, mahasiswa Magister Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) asal India, mengungkapkan bahwa pengalaman berkuliah di UKSW memberinya ruang untuk berkembang secara akademik maupun sosial. “Teman-teman di sini sangat ramah, suasananya mendukung untuk belajar,” katanya.

Hal serupa disampaikan Arony Aina Rojotiana dari Madagaskar. Ia menuturkan bahwa selama berkuliah di UKSW dirinya tidak merasakan perlakuan yang berbeda. “Dosen juga mengajar dengan baik dan mudah dipahami,” ungkap mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) tersebut.

Sementara itu, Sint Thae Mar, mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) asal Myanmar, mengatakan bahwa keputusannya memilih UKSW didasari oleh kedekatan budaya serta keberagaman yang ia temukan di Indonesia.

“Saya sempat mendapat tawaran beasiswa dari negara lain, China. Tetapi saya lebih memilih Indonesia karena menurut saya Indonesia dan Myanmar tidak berbeda jauh dan Indonesia punya banyak tempat yang indah. Ketika saya sampai di UKSW, saya merasakan keindahan Indonesia. Berkumpul dengan teman dari berbagai daerah membuat saya ingin mengekplorasi Indonesia lebih lagi,” ujarnya.

Diketahui tahun 2024, SWIS pertama kali dibuka dan berhasil menarik lebih dari 50 pendaftar dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, UKSW menerima lima mahasiswa internasional yang berasal dari Timor Leste, Rwanda, Madagaskar, Sudan Selatan, dan Uganda.

Tingginya minat terhadap program ini terlihat pada peningkatan pelaksanaan SWIS 2025. UKSW mencatat ada 924 pendaftar, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Dari proses seleksi yang telah dilaksanakan, sebanyak 18 mahasiswa internasional terpilih sebagai penerima beasiswa. Penerima SWIS angkatan 2025 berasal dari sembilan negara, yakni Bangladesh, Gambia, Ghana, India, Korea Selatan, Madagaskar, Mesir, Myanmar, dan Timor Leste.

Direktur Direktorat Kerja Sama Dr. Dian Toar Y. Getroidester Sumakul menyampaikan saat ini ada 23 mahasiswa penerima SWIS dari 13 negara. Mahasiswa penerima SWIS bisa memilih 11 program studi di tingkat Sarjana, 10 program studi di tingkat S2, dan empat program studi di tingkat S3.

Amron Shaikh mahasiswa asal India

BACA JUGA :

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved