RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Semarang Memilih Bungkam, Kapolres Sebut Pelaku dan Korban Ada Keterikatan

Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Semarang Memilih Bungkam, Kapolres Sebut Pelaku dan Korban Ada Keterikatan

Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Semarang Memilih Bungkam, Kapolres Sebut Pelaku dan Korban Ada Keterikatan

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Kabupaten Semarang masih menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2025, Polres Semarang menangani 32 perkara kekerasan terhadap anak, atau rata-rata 3–4 kasus setiap bulan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, tingginya angka tersebut menjadi keprihatinan bersama karena menyangkut masa depan generasi muda. Oleh karena itu, pihak kepolisian terus mengedepankan upaya preventif dan preemtif, serta memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk rehabilitasi korban.

“Jangan sampai anak-anak yang hari ini menjadi korban, ketika dewasa justru menjadi pelaku. Ini yang terus kita cegah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Kapolres juga menyoroti fakta bahwa korban kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki. Dari kasus yang ditangani Polres Semarang, hampir 20 korban merupakan anak laki-laki. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari paparan media sosial, gaya hidup, hingga rendahnya daya tangkal dan pengetahuan anak dalam menolak atau melindungi diri dari ajakan yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.

“Banyak korban memiliki hubungan kedekatan atau keterikatan dengan pelaku, seperti antara pendidik dan murid, atau sosok yang dianggap panutan. Ini yang membuat korban seringkali takut atau enggan melapor karena rasa hormat dan tekanan psikologis,” jelasnya.

Kapolres mendorong peran aktif keluarga dan masyarakat untuk menggali cerita dari anak-anak apabila terjadi sesuatu yang mencurigakan.

“Dengan begitu, kasus kekerasan dapat segera dicegah dan pelaku dapat ditindak agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang mencatat angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2025 tercatat 142 kasus, dengan rincian 34 korban anak laki-laki, 43 anak perempuan, dan 65 perempuan dewasa. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2024 yang mencatat 126 kasus, terdiri dari 11 korban anak laki-laki, 33 anak perempuan, dan 82 perempuan dewasa.

Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto Leksono Widagdo menilai peningkatan angka tersebut merupakan fenomena gunung es, di mana semakin banyak korban yang kini berani melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Peningkatan ini terjadi karena akses informasi semakin mudah dan mekanisme pelaporan juga makin terbuka,” ungkap Dewanto.

DP3AKB, lanjutnya, menyediakan berbagai kanal pelaporan, salah satunya melalui program WA Gemati (Gerakan Melayani dengan Hati dan Terintegrasi). Melalui layanan berbasis WhatsApp tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, penelantaran, maupun kekerasan seksual yang paling dominan terjadi.

“Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara terintegrasi,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari