KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bersholawat di RTH Klero, Bupati Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Bersholawat di RTH Klero, Bupati Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Bersholawat di RTH Klero, Bupati Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Gus Ali Gondrong bersama Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Wakil Bupati Nur Arifah beserta jajaran forkopimda saat acara Kabupaten Semarang Bersholawat dalam rangka HUT ke-505 Kabupaten Semarang di RTH Klero, Tengaran, Sabtu (11/4/2026) malam. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Bupati Semarang Ngesti Nugraha menghadiri kegiatan Kabupaten Semarang Bersholawat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-505 Kabupaten Semarang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Kecamatan Tengaran, Sabtu (11/4/2026) malam.

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah kondang asal Kota Semarang KH Mohammad Ali Shodiqin yang dikenal dengan sebutan Gus Ali Gondrong dari komunitas Mafia Sholawat.

Dalam sambutannya, Ngesti menyampaikan kegiatan bersholawat ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-505 Kabupaten Semarang yang jatuh pada 15 Maret 2026. Pelaksanaannya dilakukan setelah Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menjadi ajang halal bihalal antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Melalui Kabupaten Semarang Bersholawat ini, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terhindar dari berbagai perilaku negatif seperti narkoba, balap liar, maupun kenakalan remaja lainnya,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi daerah serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan sejahtera.

“Semoga Kabupaten Semarang semakin ayem, tentrem, pembangunan semakin maju, dan masyarakatnya sejahtera,” tambahnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan bersholawat digelar secara bergilir di berbagai wilayah, mulai dari utara, tengah, hingga selatan Kabupaten Semarang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemerataan kegiatan agar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak hanya terpusat di wilayah tengah dan utara, tetapi juga kami gelar di selatan seperti di Tengaran, Getasan, dan Ambarawa,” jelasnya.

Sementara itu, panitia pelaksana, Asep Mulyana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud syukur pemerintah daerah bersama masyarakat, sekaligus sarana mempererat kebersamaan.

“Selain sebagai ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang doa bersama agar masyarakat Kabupaten Semarang senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemilihan Gus Ali Gondrong sebagai penceramah juga bertujuan untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan kegiatan keagamaan.

“Beliau dikenal dekat dengan kalangan anak muda, sehingga diharapkan bisa mengarahkan generasi muda ke kegiatan yang positif,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]