KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Revitalisasi 45 Sekolah di Kabupaten Semarang Rampung, Pemkab Usulkan Tambahan di 2026

Revitalisasi 45 Sekolah di Kabupaten Semarang Rampung, Pemkab Usulkan Tambahan di 2026

Revitalisasi 45 Sekolah di Kabupaten Semarang Rampung, Pemkab Usulkan Tambahan di 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyerahkan prasasti secara simbolis kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam acara peresmian PHTC revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Semarang di SMP Plus Al Ittihad Poncol, Bringin, Senin (13/4/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) revitalisasi 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang. Peresmian dipusatkan di SMP Plus Al Ittihad, Dusun Poncol, Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Senin (13/4/2026).

Abdul Mu’ti mengatakan, puluhan sekolah tersebut merupakan penerima bantuan revitalisasi pada tahun 2025. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan proses pembelajaran di daerah.

“Alhamdulillah bersama Pak Bupati dan para kiai, kami meresmikan revitalisasi 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang. Mudah-mudahan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan perangkat pembelajaran berupa interactive flat panel (IFP) kepada sekolah-sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar agar lebih efektif dan modern. Pemerintah berencana melanjutkan program revitalisasi pada 2026, dengan target yang lebih besar secara nasional.

“Kami berharap anggaran 2026 dapat disetujui DPR, sehingga lebih banyak sekolah yang bisa diperbaiki. Sesuai arahan Presiden, akan ada tambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan yang direvitalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyambut baik program revitalisasi tersebut. Ia menilai, perbaikan sarana pendidikan sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas.

“Hari ini ada 45 sekolah yang diresmikan. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Sekolah menjadi lebih nyaman, bersih, rapi, dan indah, sesuai dengan program Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” katanya.

Pihaknya juga akan kembali mengusulkan tambahan sekolah penerima bantuan pada tahun 2026, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan kementerian.

“Kami berharap tahun depan bisa mendapatkan lebih banyak lagi bantuan revitalisasi,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang, M. Taufiqurrahman, menjelaskan sekolah yang mendapat bantuan merupakan kategori rusak sedang.

“Sekolah yang direvitalisasi adalah yang mengalami kerusakan menengah dan telah terdata dalam Dapodik. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi oleh pemerintah pusat sebelum bantuan diberikan,” terangnya.

Ia menyebutkan, total 45 satuan pendidikan yang direvitalisasi terdiri dari 32 TK, SD, dan SMP, serta 13 SMA dan SMK, dengan total anggaran mencapai Rp16,6 miliar. Untuk tahun 2026, pihaknya telah mengusulkan tambahan revitalisasi bagi 130 sekolah, terdiri dari 102 SD, 14 TK, dan 14 SMP.

“Usulan ini masih dalam proses penilaian dan verifikasi. Mudah-mudahan dapat disetujui sehingga lebih banyak sekolah yang bisa diperbaiki,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]