RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli

RASIKAFM.CO | SALATIGA – Sehari jelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah lapak kambing di Kota Salatiga, Jawa Tengah, mulai meningkat. Namun di balik ramainya lalu-lalang pembeli, para pedagang mengaku tahun ini terjadi penurunan daya beli yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang kambing, Suratman, mengatakan penjualan tahun ini cenderung lebih sepi. Ia menyebut kondisi tersebut sudah terasa sejak awal masa penjualan.

“Mulai minggu lalu saya sudah sekitar tujuh hari ini berjualan. Tapi kalau dibandingkan tahun lalu, agak kurang ramai,” ujar Suratman saat ditemui di lapaknya Jalan Veteran tepatnya depan SPBU Pasar Sapi, Selasa (26/5/2026).

Ia memperkirakan penurunan pembelian hewan kurban mencapai sekitar 40–45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi ekonomi masyarakat.

“Mungkin perkiraan saya karena perekonomian menurun, turun sekitar 40–45 persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Meski demikian, Suratman tetap membuka lapaknya dengan stok kambing yang cukup banyak. Ia menyebut membawa sekitar 20 ekor kambing jenis Jawa Randu untuk dijual tahun ini.

“Yang di sini saya bawa 20 ekor, sudah laku sekitar 11 ekor,” jelasnya.

Menurutnya, harga kambing yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan kondisi hewan, yakni berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor. Pembeli sebagian besar berasal dari wilayah sekitar Salatiga.

“Pembeli rata-rata dari sekitar Salatiga saja,” ujarnya.

Menariknya, sebagian pembeli sudah melakukan pemesanan jauh hari sebelum hari H dan mengambil kambing mendekati waktu penyembelihan atau sistem “H-1”.

“Bisa dititipkan dulu, ambilnya menjelang H-1, tidak ada biaya tambahan,” kata Suratman.

Untuk menjaga kualitas hewan kurban, para pedagang mengaku rutin memberi pakan bergizi serta vitamin agar kambing tetap sehat. Selain itu, sebagian hewan juga telah melalui pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.

“Dikasih makan bergizi, dikasih vitamin juga. Dari dinas kesehatan juga ada pemeriksaan,” ujarnya.

Suratman yang telah sekitar 15 tahun berjualan kambing kurban ini berharap kondisi penjualan bisa kembali membaik hingga hari-hari terakhir menjelang Idul Adha. Meski demikian, ia mengaku tetap menyerahkan hasil akhir kepada kondisi di lapangan.

“Harapannya bisa terjual semua, tapi ya itu Tuhan yang menentukan. Kita hanya berusaha. Kalau tidak laku, ya dibawa pulang lagi,” tuturnya.

Usaha penjualan kambing kurban ini sendiri bersifat musiman, meski ia juga tetap menjalankan aktivitas jual beli hewan di luar momen Idul Adha jika ada permintaan.

Salah satu pembeli, Yulianto, mengatakan ia sengaja datang lebih awal ke lapak penjualan hewan kurban untuk memilih kambing yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga menjelang Idul Adha.

Ia mengaku, pembelian lebih awal memberikan keuntungan tersendiri karena stok hewan masih cukup banyak dan variasi pilihan masih beragam. Hal itu memudahkannya dalam menentukan hewan kurban yang diinginkan.

“Kalau beli lebih awal itu biasanya harga masih stabil dan pilihannya juga masih banyak. Jadi bisa lebih leluasa memilih,” ujarnya.
Yulianto menambahkan, dirinya juga mempertimbangkan kondisi kesehatan hewan sebelum membeli, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk memastikan kambing yang dipilih benar-benar sesuai.

 

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran