[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Suasana Pawai Taaruf tahun baru Islam di Salatiga (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Suasana Kota Salatiga tampak semarak pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Sebanyak 11.800 peserta dari berbagai sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga organisasi masyarakat turun ke jalan mengikuti Pawai Taaruf yang telah menjadi agenda rutin tahunan di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Sejak pagi, warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang tampil dengan beragam atribut Islami, kostum kreatif, rebana, hingga kendaraan hias. Nuansa religius berpadu dengan semangat kebersamaan terasa sepanjang jalur pawai.

Rombongan peserta disambut langsung Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, bersama istri di panggung kehormatan yang berada di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan seluruh peserta yang ikut menjaga tradisi kebersamaan serta toleransi melalui kegiatan tersebut.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga di tahun ini kita mendapatkan barokah dari Allah. Pada kesempatan ini kita juga akan memulai dengan merayakan melalui Pawai Taaruf,” ujarnya.

Ribuan Peserta dari Sekolah hingga Pondok Pesantren Tahun ini, Pawai Taaruf diikuti lebih dari 11.800 peserta yang terbagi dalam beberapa kategori.

Kategori RA/BA/TK diikuti 17 kelompok. Kemudian kategori MI/SD/TPQ/Madin sebanyak 17 kelompok, kategori MTs/SMP/Madin sebanyak 13 kelompok, serta kategori MA/SMK/pondok pesantren/organisasi masyarakat sebanyak 12 kelompok.ketua acara Nur Rofik menyebut antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Banyak warga rela berdiri di tepi jalan demi menyaksikan rombongan peserta yang melintas.

Salah seorang warga Salatiga, Wahyuni, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menonton pawai tahunan tersebut. Menurutnya, suasana Pawai Taaruf tahun ini terasa lebih meriah.

“Ramai sekali, anak-anak juga senang melihat peserta yang pakai kostum dan iringan musik islami. Acara seperti ini bagus karena jadi hiburan sekaligus mempererat kebersamaan warga Salatiga,” katanya.

Wahyuni berharap tradisi Pawai Taaruf tetap dilestarikan karena menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan masyarakat setiap Tahun Baru Hijriyah

Nur Rofik berikan keterangan media
Liputan Reporter Arief Syarifudin

BACA JUGA :

Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px