KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Berburu Takjil di Pasar “Bukan” Suruh

Berburu Takjil di Pasar “Bukan” Suruh

Berburu Takjil di Pasar “Bukan” Suruh

 

UNGARAN – Selama bulan ramadhan, warga Suruh, Kabupaten Semarang, memiliki tradisi yang cukup unik yaitu dengan mengubah jalan kampung menjadi sebuah pasar yang menjual aneka takjil dan makanan tradisional. Pasar yang hanya buka selama 3 jam ini selalu menjadi tujuan masyarakat dalam mencari takjil maupun lauk pauk untuk berbuka puasa.  Pasar yang diberi nama pasar “Bukan” ini mulai buka pukul 15.30 hingga pukul 18.00.

Farid As’ad, salah seorang tokoh masyarakat setempat menuturkan, pasar Bukan ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama. Dahulu lokasinya berada di terminal Suruh. Seiring berjalannya waktu, pasar bukan yang menyajikan berbagai menu tradisional seperti lotek, lupis, jenang lemu, jenang candil, kolam dan sebagainya perlahan hilang. Oleh karena itu, ia bersama pemuda kampung setempat berniat menghidupkan kembali kuliner lokal dengan menghadirkan pasar bukan. saat ini setidaknya ada 55 pedagang baik warga lokal maupun warga dari luar kecamatan suruh yang menjajakan aneka makanan dan minuman.

Bagi masyarakat sekitar, adanya pasar Bukan menjadi salah satu hal yang menggembirakan di bulan ramadhan karena mereka bisa membeli aneka lauk pauk serta berbagai jenis takjil untuk hidangan buka puasa. Bagi anda yang hendak berburu takjil, tak ada salahnya berkunjung ke pasar bukan yang hanya buka setahun sekali. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP