URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelaksanaan PAT di Kabupaten Semarang Secara Daring Terkendala Sinyal

Pelaksanaan PAT di Kabupaten Semarang Secara Daring Terkendala Sinyal

Pelaksanaan PAT di Kabupaten Semarang Secara Daring Terkendala Sinyal

featured-img

Ilustrasi,  belajar secara daring

UNGARAN – Terjadinya peningkatan angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir, membuat pemerintah daerah setempat mengeluarkan kebijakan pelaksanaan penilaian akhir tahun (PAT) sekolah dilakukan secara daring. Terutama pada empat kecamatan yang berzona merah hingga sekarang, yakni Kecamatan Bergas, Tuntang, Pabelan dan Bancak.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan dari hasil evaluasi serta monitoring penanganan pandemi Covid-19 terjadi kenaikan kasus. Oleh karena itu, pihaknya memerintahkan PAT dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP sederajat dilakukan secara daring baik sekolah negeri maupun swasta. Saat ini menurut Bupati, Kabupaten Semarang memiliki zona risiko dengan tinggi rasio penyebaran Covid-19 mencapai 0 sampai 1,8. Ngesti juga menegaskan, untuk sekolah yang terletak pada wilayah kategori susah sinyal masih mendapat prioritas melakukan PAT secara tatap muka atau offline dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menuturkan, saat ini semua sekolah di empat kecamatan zona merah tersebut tidak boleh melakukan aktivitas pendidikan. Namun pada kenyataannya di lapangan susah sinyal justru dialami di empat kecamatan tersebut. Sehingga pihaknya memberikan dispensasi perpanjangan waktu PAT bagi sekolah di empat kecamatan yang berzona merah. Hal tersebut dilakukan guna memudahkan sekolah untuk merekap nilai siswa terutama pada sekolah dasar dan menengah. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026