KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hotel di Salatiga Dilarang mengelar Pesta Pernikahan selama zona Merah

Hotel di Salatiga Dilarang mengelar Pesta Pernikahan selama zona Merah

Hotel di Salatiga Dilarang mengelar Pesta Pernikahan selama zona Merah

Sekda Kota Salatiga saat membuka acara.

RASIKAFM – Penegasan itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Wuri Pujiastuti menyusul berubahnya status zonasi Covid-19 secara signifikan dari zona oranye menjadi zona merah terdapat sejumlah aturan untuk menekan penyebaran.

“Terkait perubahan status dari oranye menjadi merah tersebut Satgas Covid-19 Kota Salatiga mengambil langkah taktis dan cepat agar Covid-19 ini tidak semakin merajalela di antaranya melarang hotel mengadakan pesta pernikahan,” terangnya kepada wartawan , di Pendopo Pakuwon, Setda Kota Salatiga, Kamis (17/6/2021)

Menurut Wuri, sejumlah aktivitas ekonomi seperti pasar tiban di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) akan tutup selama dua minggu. Kemudian, pedagang yang berjualan di Pasar Pagi akan kembali diberlakukan jarak.

Ia menambahkan, semua tempat pariwisata juga ditutup sementara selama 14 hari. Lalu, setiap seminggu sekali beberapa pasar tradisional di Kota Salatiga akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Selanjutnya, operasional toko modern diizinkan buka sampai pukul 21.00 WIB. Operasi yustisi dan mobil sosialisasi akan terus bergerak. Kita pantau rumah makan karena ada aturan hanya melayani take away atau pesan antar,” katanya

Tidak kalah penting pengawasan di area publik juga akan diperketat dan ditutup sementara waktu seperti Lapangan Pancasila, sejumlah taman kota, dan wisata air Kalitaman.

Kemudian, antisipasi munculnya klaster perkantoran sebanyak 50 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot)Salatiga hari ini dilakukan tes swabe.

“Nanti hasilnya (tes swabe) itu bagaimana akan jadi landasan kebijakan berikutnya. Apakah harus sistem kerja WFH atau bagaimana, tapi yang jelas beberapa hari terakhir terjadi kenaikan kasus,” ujarnya (rief)

Caption: Sekda Kota Salatiga Wuri Pujiastuti saat membuka acara

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]