URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II A Ambarawa dipindahkan ke lokasi yang aman. Hal itu menyusul rentetan gempa tektonik yang terjadi di kawasan Ambarawa dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Faktor Usia Bangunan, Puluhan Warga Binaan Lapas Ambarawa Dipindahkan

Faktor Usia Bangunan, Puluhan Warga Binaan Lapas Ambarawa Dipindahkan

Faktor Usia Bangunan, Puluhan Warga Binaan Lapas Ambarawa Dipindahkan

featured-img

UNGARAN – Puluhan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II A Ambarawa dipindahkan ke lokasi yang aman. Hal itu menyusul rentetan gempa tektonik yang terjadi di kawasan Ambarawa dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

Kepala Lapas Kelas II A Ambarawa Budi Yuliarno saat dikonfirmasi pada Selasa (26/10/2021) menjelaskan dampak yang ditimbulkan oleh gempa sebenarnya relatif kecil.

“Dampaknya ada tapi tidak begitu besar, hanya rontokan kecil dari dinding karena memang usia bangunan yang sudah tua,” kata Budi.

Meski demikian pihaknya tetap bersiaga dan berwaspada dengan memindahkan warga binaan ke lokasi yang aman.

“Ada 80 warga binaan yang kami evakuasi ke lapas terdekat. Sementara langkah pengamanan yang lain, beberapa bagian bangunan juga telah dibuatkan tiang penyangga. Termasuk koordinasi dengan Polri dan TNI yang dalam hal ini Yonkav 2/TC agar jangan sampai ada tahanan yang kabur,” jelasnya.

Menurut Budi selain faktor gempa, pemindahan warga binaan itu juga merupakan komitmen dari awal untuk mengurangi kapasitas penghuni lapas.

“Kemampuan kondisi bangunan di sini kan sudah berkurang, sehingga kami perlu melakukan upaya pengurangan kapasitas,” ujarnya.

Ditambahkan Budi, saat ini ada 443 warga binaan yang menghuni lapas kelas II A Ambarawa. Semuanya terbagi dalam dua blok yang ada di lantai dua bangunan yang berusia hampir dua abad tersebut. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved