URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut angka kemiskinan di Kota Semarang naik dari 3,98 persen menjadi 4,34 persen akibat pandemi Covid-19.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angka Kemiskinan Naik Akibat Pandemi, Hendi: Kita Tidak Boleh Pasrah

Angka Kemiskinan Naik Akibat Pandemi, Hendi: Kita Tidak Boleh Pasrah

Angka Kemiskinan Naik Akibat Pandemi, Hendi: Kita Tidak Boleh Pasrah

featured-img

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut angka kemiskinan di Kota Semarang naik dari 3,98 persen menjadi 4,34 persen akibat pandemi Covid-19.

“Angka kemiskinan di Kota Semarang semakin turun, ya jumlahnya memang masih banyak, tapi pandemi ini (Covid-19) menghancurkan sendi-sendi perekonomian masyarakat,” kata Hendrar Prihadi saat memberikan sambutan pelantikan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Semarang di Ruang Komisi, Gedung Moch Ihsan Lt.8, Kota Semarang, Rabu (27/10/2021).

Meski dampak perekonomian akibat virus berbahaya tersebut merusak kemapanan masyarakat, Orang nomor satu di kota Semarang ini tetap memacu semua pihak untuk serius bekerja keras mengurusi persoalan sosial di masyarakat, “Kita tidak boleh hanya pasrah saja. Kita harus membantu warga yang masih pra sejahtera,” ajaknya.

Hendi, sapaan akrabnya juga mengapresiasi resminya kepengurusan baru IPSM Kota Semarang, “Saya ucapkan selamat Pak Dwi Santoso dan kawan-kawan yang telah resmi menjadi pengurus, namanya ikatan pekerja sosial, saya yakin semua akan membantu pemerintah dalam menagani persoalan sosial masyarakat,” tuturnya.

Dia juga mengakui para pelaku kegiatan sosial kemanusiaan tidak banyak. Sehingga sering kali orang yang sama di beberapa organisasi yang konsen di bidang sosial, “Memang banyak yang membantu pemerintah Kota Semarang, tapi hanya itu-itu saja. Ya gak apa-apa, itu artinya komitmen dalam sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, PSM dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan program-program pemerintah. Kemitraan in, kata dia, harus tetap kita bangun dengan baik.
Selain itu, Hendi juga menyoroti Pemkot Semarang yang pada tahun 2020 baru bisa memberikan dana insetif bagi satu orang PSM di tiap kecamatan. Karena itu dia berharap bisa ditingkatkan, “Tahun depan komplit 20 orang dikasih honor (insentif). Mudah-mudahan kerja (sosial) ini menjadi berkah bagi panjenengan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Majlis Pembina Organisasi (MPO) IPSM Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi juga menyebut persoalan sosial yang ada di masyarakat bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama

“Banyak sekali program pemerintah untuk mengurangi persoalan sosial di tengah masyarakat, tapi panjenengan yang berada di tengah masyarakat tentu lebih tahu,” katanya.

Untuk itu, ia berharap PSM dapat bergerak dengan efektif untuk melaporkan, menangani persoalan yang ada di masyarakat. “Saya mengucapkan terima kasih, dan selamat bertugas kepada pengurus yang dilantik,” tutupnya.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga