URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polda Jawa Tengah (Jateng) membantu Polda Jawa Barat (Jabar) untuk menyelidiki dua korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang jasadnya ditemukan di wilayah Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polda Jateng Bantu Polda Jabar Selidiki Dua Korban Kecelakaan Di Bandung Yang Jasadnya Ditemukan Di Sungai Serayu

Polda Jateng Bantu Polda Jabar Selidiki Dua Korban Kecelakaan Di Bandung Yang Jasadnya Ditemukan Di Sungai Serayu

Polda Jateng Bantu Polda Jabar Selidiki Dua Korban Kecelakaan Di Bandung Yang Jasadnya Ditemukan Di Sungai Serayu

featured-img

SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) membantu Polda Jawa Barat (Jabar) untuk menyelidiki dua korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang jasadnya ditemukan di wilayah Jawa Tengah.

Informasi yang diperoleh, kedua korban itu adalah sejoli masing-masing bernama Handi Saputra Hidayatullah dan Salsabila.

Pria berusia 16 tahun itu, ditemukan oleh warga di aliran Sungai Serayu atau tepatnya di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas pada Senin (13/12/2021) lalu. Sedangkan wanita berusia 14 tahun itu ditemukan di aliran Sungai Serayu pada Sabtu (11/12/2021).

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan dua korban yang ditemukan warga itu adalah korban kecelakaan yang sempat dikabarkan hilang pada Rabu (8/12/2021 lalu.

“Perkara pokok karena sudah diketahui bahwa ada kemiripan identifikasi antara korban lakalantas denga penemuan mayat, kira teruskan ke polda Jabar,” kata Djuhandhani di Mapolda Jateng, Senin (20/12/2021).

Lebih lanjut, Djuhandani menjelaskan pihaknya hanya akan membantu Polda Jabar dalam pengungkapan kasus tersebut. Belum diketahui pasti korban yang diketahui bernama Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14) itu tewas akibat kecelakaan atau tenggelam setelah dibuang.

“Sementara TKP Polda Jateng hanya penemuan mayatnya. Ini kami turunkan tim untuk mengecek. Siang ini dari forensik turun melihat sejauh mana penyebab kematian, tentu saja ini kolaborasi antara Polda Jabar dan Polda Jateng,” paparnya.

“Peristiwa pembuangan kita akan lihat sejauh mana, dengan konstruksi Polda Jateng tetap turun untuk mencari ini juga memback up kegiatan Polda Jabar,” tambahnya.

Sementara itu, Kabidhumaa Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menerangkan ciri-ciri jasad perempuan yang ditemukan yaitu memiliki vadan gemuk dengan tinggi sekitar 145 centimeter, rambut panjang namun saat ditemukan sudah terkelupas dan kepala badan udah mengelupas atau melepuh.

Sedangkan jasad pria memiliki ciri-ciri badan gempal dengan tinggi sekira 165 centimeter, rambut lurus dan gigi depan kanan gingsul satu.

“Penemuan mayat laki laki di sungai serayu Banyumas dan penemuan mayat perempuan mayat di Cilacap waktunya hampir bersamaan. Dilakukan scientific Indetifikasi dan menyusuri jejak dan lokasi kejadian serta menggali informasi pada data base pelaporan orang hilang dengan ciri ciri korban, Satreskrim menemukan kemiripan dengan kejadian di wilayah Polresta Bandung,” tutupnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved