URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Beberapa formula yang disiapkan antara lain rekayasa one way, contra flow (lawan arus), kemudian mengefektifkan sejumlah jalur alternatif guna memecah konsentrasi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Begini Skenario Rekayasa Lalu Lintas di Kabupaten Semarang Saat Nataru

Begini Skenario Rekayasa Lalu Lintas di Kabupaten Semarang Saat Nataru

Begini Skenario Rekayasa Lalu Lintas di Kabupaten Semarang Saat Nataru

featured-img

UNGARAN – Diperkirakan sebanyak 30 persen dari total 4,8 juta kendaraan pemudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), bakal melintas di wilayah Kabupaten Semarang. Atas hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang bersama dengan instansi terkait telah menyiapkan sejumlah skenario pengaturan arus lalu lintas.

“Sesuai dengan kewenangan, kami telah berkoordinasi dengan unsur terkait di sektor pengaturan arus lalu lintas. Khusus di jalan nasional, kami juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” kata Kepala Dishub Kabupaten Semarang Rudibdo, Selasa (21/12/2021).

Disampaikan Rudibdo, untuk ruas jalan provinsi pihaknya juga berkoordinasi dengan Dishub Jateng untuk pengaturan lalu lintasnya. Sedangkan kawasan yang memiliki lokasi wisata, pihaknya bekerjasama dengan aparat kepolisian yang dalam hal ini Satlantas Polres Semarang.

“Beberapa formula yang disiapkan antara lain rekayasa one way, contra flow (lawan arus), kemudian mengefektifkan sejumlah jalur alternatif guna memecah konsentrasi kepadatan arus lalu lintas di jalan utama,” ujarnya.

Ditambahkan Rudibdo, berbagai rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan tersebut akan diterapkan dalam kondisi situasional.

“Kita lihat situasinya seperti apa. Kalau lonjakan volume kendaraan meningkat signifikan, baru kita jalankan skenarionya,” urainya.

Perlu diketahui sesuai dengan hasil monitoring Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub), puncak peningkatan volume kendaraan bakal berlangsung pada 24 Desember 2021 dan 31 Desember 2021 nanti.

Jumlah kendaraan yang akan masuk ke wilayah Provinsi Jateng pada libur Nataru nanti diperkirakan mencapai 4,8 juta kendaraan. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen atau 850ribu kendaraan diprediksi melintas di Kabupaten Semarang. (win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved