KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Manfaatkan Ratusan Botol Bekas, Warga Binaan Salatiga Membuat Pohon Natal

Manfaatkan Ratusan Botol Bekas, Warga Binaan Salatiga Membuat Pohon Natal

Manfaatkan Ratusan Botol Bekas, Warga Binaan Salatiga Membuat Pohon Natal

Ditengah pandemi Covid 19 dan penuh keterbatasan, ternyata ada cara unik Warga Binaan Rutan Kelas IIB Salatiga dalam mengisi keseharian menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Dengan memanfaatkan ratusan botol-botol bekas menyulap menjadi pohon natal yang cantik. Jumat (24/12).

Kepada rasikafm.com kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengatakan dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru kali ini, warga binaan dengan memperlihatkan kreasi dan kepandaiannya dalam menfaatkan barang bekas dan botol-botol bekas disulap menjadi pohon natal yang cantik dan megah.

Kegiatan ini selain sebagai bentuk wadah pembinaan, tetapi juga sebagai sarana memupuk rasa persaudaraan dan kesatuan antar umat beragama di Rutan Salatiga ini. Perlu kita ketahui warga binaan Rutan Salatiga walaupun ditempat yang terbatas tetapi ternyata dapat menghasilkan karya yang sangat bagus berupa Pohon Natal.

Selain teman-teman kristiani yang membuat pohon natal ini, juga dibantu oleh teman-teman yang beragama lain. Sehingga kehangatan persaudaraan warga binaan disini sangat terasa.

Andri juga berharap kedepan saat mereka sudah bebas, dapat menjadi pioner masyarakat dalam memperat tali kerukunan antar umat dan tentu saja saling menghormati serta menghargai orang lain, terlebih dalam hal beragama.

Andri Lesmano saat diwawancarai Rasika

Dalam pembuatan pohon natal yang menggunakan sekitar 325 botol bekas ini dimulai pada Senin yang lalu. Awalnya teman-teman warga binaan ini akan membuat dari beberapa bahan salah satunya membuat dari bahan kardus dan plastik bekas, tetapi karena terkena hujan jadi rusak. Walaupun sempat gagal, tetapi dengan semangat mencoba dan dukungan dari petugas, warga binaan Rutan Salatiga berhasil membuat pohon natal yang megah nan cantik.

Ditengah suasana pandemi dan keterbatasan tempat di Rutan ini, Andri terus memompa semangat warga binaan agar tetap produktif dan inovatif. Sehingga pembinaan dan pembelajaran yang ada disini nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik saat sudah keluar nanti.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP