KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Empat Hari Positif, 10 Warga Salatiga Ini Mengaku Belum di Tracing Petugas

Empat Hari Positif, 10 Warga Salatiga Ini Mengaku Belum di Tracing Petugas

Empat Hari Positif, 10 Warga Salatiga Ini Mengaku Belum di Tracing Petugas

Beberapa warga Salatiga yang usai melakukan tes PCR kebingungan. Mereka tidak ada yang menghubungi dari tenaga kesehatan terdekat meski hasilnya positif. Tidak tanggung – tanggung, setidaknya ada lebih dari sepuluh warga. Beruntung mereka hanya berdiam di rumahnya.

“Iya, sudah sejak Sabtu kemarin kita mendapat hasil dari laboratorium. Dan sampai sekarang tidak ada petugas yang datang,” tutur Purnomo, salah satu warga yang terpapar saat dikonfirmasi wartawan.

Dirinya menjelaskan, kasus berawal dari satu pemuda yang merasakan flu. Saat itu, ia berinisiatif melakukan pemeriksaan antigen mandiri. Ternyata hasilnya positif. Ia lantas menuju ke laboratorium untuk PCR. Dan hasilnya positif.

Beberapa rekannya pun memeriksakan diri. 11 teman lainnya positif. Mereka memilih berdiam di kediamannya. Sampai Rabu atau empat hari setelahnya, belum ada satupun petugas pemerintah yang menghubungi.

Dari informasi yang diterima wartawan, biasanya jika ada hasil positif dari pemeriksaan di laboratorium. Maka akan disampaikan kepada dinas kesehatan melalui puskesmas terdekat. Kemudian akan dilakukan tindak lanjut tracing.

Dikonfirmasi terpisah, kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah mengaku pelaksanaan tracing tergantung kepada kondisi lapangan. Petugas lapangan yang lebih tahu.( rief )

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]