RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut Di Ngaliyan Semarang, Pak Ogah Meninggal Ditempat Usai Ditabrak Bus

Kecelakaan Maut Di Ngaliyan Semarang, Pak Ogah Meninggal Ditempat Usai Ditabrak Bus

Kecelakaan Maut Di Ngaliyan Semarang, Pak Ogah Meninggal Ditempat Usai Ditabrak Bus

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Walisongo depan Jalan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang pada Senin (7/3/2022) sekira pukul 13.20 WIB.

Akibat insiden itu, seorang “Pak Ogah” meninggal dunia di tempat usai ditabrak oleh bus bertuliskan PT Indofood CBP Sukses Makmur.

Informasi yang diperoleh, korban bernama Amin Sarwono warga kampung Sendangsari RT 4 RW 11, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Pria berusia 56 tahun itu meninggal dengan mengalami luka parah di bagian perut.

“Korban mengalami luka perut terbuka dan luka parah di kepala. Saat ini jenazah dibawa ke RSUP Kariadi untuk proses lebih lanjut,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika bus hino bernomor polisi H-1824-NY melaju dari arah eelatan (Tambakaji) menuju ke arah utara (Jalan Walisongo).

Sesampai di lokasi kejadian dan kondisi jalan yang menurun, diduga sopir bus yang bernama David Hardiyoko warga Kendal kurang waspada pandangan depan.

Ditambah, pria berusia 40 itu tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas dengan “Pak Ogah” yang berdiri di jalan selesai menyebrangkan kendaraan.

“Bua rusak pada bagian body depan ringsek. Kecelakaan kini ditangani Satlantas Polrestabes Semarang,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran