RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hadapi Mudik, Dishub Kabupaten Semarang Optimalkan ATCS

Hadapi Mudik, Dishub Kabupaten Semarang Optimalkan ATCS

Hadapi Mudik, Dishub Kabupaten Semarang Optimalkan ATCS

UNGARAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang akan memaksimalkan fungsi Area Traffic Control System (ATCS) di sejumlah titik di ruas jalan arteri untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas saat mudik lebaran nanti. Melalui ATCS tersebut petugas akan mengetahui lokasi mana saja yang menjadi prioritas untuk diurai jika terjadi simpul kemacetan

Sekretaris Dishub Kabupaten Semarang Djoko Noerjanto menyampaikan saat ini terdapat tujuh titik persimpangan yang dilengkapi dengan ATCS, yakni di kawasan simpang Assalamah, KPU Kabupaten Semarang, alun-alun lama Ungaran, pegadaian, DPRD Kabupaten Semarang, Undaris dan Karangjati.

“Nanti akan kita maksimalkan mulai H-7 lebaran. Siklusnya juga akan dipantau,” ujarnya di Ungaran, Senin (18/4/2022).

Dikatakan Djoko, dari semua titik persimpangan yang terdapat ATCS tersebut nanti juga akan diberlakukan siklus yang berbeda. Artinya, operator akan memonitor di lokasi mana yang perlu segera dicairkan arusnya untuk mengurai ketersendatan lalu lintas.

“Jadi kita mainnya skala prioritas. Sebab nanti diprediksi akan terjadi lonjakan arus kendaraan baik pemudik lokal maupun luar kota yang melintas di jalur arteri,” ungkapnya.

Meski demikian diakui Djoko masih terdapat kelemahan dari ATCS tersebut. Para operator yang bertugas di ruang kontrol harus memantau satu persatu titik persimpangan dan mengatur traffic light secara manual.

“Kita inginnya yang smart, otomatis. Misalnya ditanam semacam detektor atau kamera yang langsung bisa action jika terjadi ketersendatan. Saat ini operator harus lihat dulu, jadi masih manual,” kata dia.

Sementara pada bagian lain, Dishub Kabupaten Semarang telah menyiapkan sebanyak 15 jalur alternatif dalam menghadapi arus mudik pada musim lebaran tahun ini.

Kelima belas titik jalur alternatif itu meliputi Barukan-Suruh-Bonomerto, Banyubiru-Kecandran, Kelurahan-Banyubiru, Butuh-Getasan, Sumowono-Kemawi, Bedono-Lanjan, Jambu-Candi dan Candi-Gedongsongo.

Kemudian yang menghubungkan Rengas-Bawen, Tuntang-Tambakboyo, Barukan-Klero, Delik-Pabelan, serta sisanya jalur alternatif dalam kota Ungaran. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran