[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng mengajak kepada masyarakat untuk ikut andil dalam pengawasan dan pendampingan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bawaslu Jateng Ajak Masyarakat Ikut Andil Dalam Pengawasan Pemilu 2024

Bawaslu Jateng Ajak Masyarakat Ikut Andil Dalam Pengawasan Pemilu 2024

Bawaslu Jateng Ajak Masyarakat Ikut Andil Dalam Pengawasan Pemilu 2024

SEMARANG – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng mengajak kepada masyarakat untuk ikut andil dalam pengawasan dan pendampingan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Roffiudin setelah acara rapat dengan media bersama stakeholder bertema Peran Media dan Stakeholder Dalam Pengawasan Pemilu 2024 di Aroem Restaurant Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Candisari Semarang Selasa (31/5/2022).

“Bawaslu tentu tidak bisa kerja sendirian untuk melakukan pengawasan dan butuh terhadap yang namanya kolaborasi dengan masyarakat. Maka Bawaslu akan sinergi dan akan terus menerus mengajak masyarakat dalam konteks terlibat dalam pengawasan Pemilu,” jelasnya.

Ia menyadari bahwasanya memang potensi-potensi pelanggaran pada saat sebelum maupun pelaksanaan Pemilu masih saja terjadi bahkan bisa berdampak dan menjadi kerawanan saat proses pemilihan berlangsung.

“Potensi yang bisa terjadi bisa berbagai macam atau kerawanan misalnya ada politik uang, ada sara, hoaks, ada penggunaan fasiltas negara untuk kampanye, ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak netral, DPD (Dewan Perwakilan Daerah) tidak valid, penyelenggara pemilu tidak netral dan itu bagian dari hak-hak krusial yang memang bisa terjadi sehingga menjafi titik kerawanan,” jelasnya.

Untuk mendukung proses pelaksanaan pemilu, ia mengakui bahwa memang dibutuhkan dan disediakan persiapan-persiapan yang telah direncanakan. Namun ia tetap berharap Pemilu 2024 yang akan datang bisa berjalan lancar dengan masyarakat bisa berpartisipasi.

“Diluar itu, penyediaan logistik saya kira perlu juga ketentuan yang ada. Bukan soal personil yang mencukupi atau tidak tapi lebih kepada Pemilu adalah pekerjaan bersama. Jadi Pemilu bukan hanya kerjaan Bawaslu, KPU (Komisi Pemilihan Umum), Partai Politik tapi juga Pemilu adalah menjunjung tinggi kedaulatan masyarakat sehingga dari sisi itu kolaborasi sinergi menjadi sesuatu yang sangat penting,” terangnya.

Sementara itu, Dosen UIN sekaligus Pengamat Politik, Nur Syamsudin mengakui jenis-jenis pelanggaran yang terbesar pada saat Pemilu 2024 nantinya adalah Politik Uang. Hal tersebut pula yang bisa menjadikan gangguan pada saat pesta demokrasi bahkan berakibat hasil Pemilu yang tidak sesuai.

“Yang paling besar pada partai politik saat pemilu di indonesia itu (Politik Uang. Kayaknya kalo tidak ada politik uang kayaknya kurang ini. Sebenarnya sudah menjadi budaya dan itu seharusnya dikurangi dan Bawaslu memiliki kemampuan dan memang dibutuhkan kewenangan oleh negara untuk melakukan zero money politik,” bebernya.

“Dan inilah yang kemudian mengakibatkan hasil daripada Pemilu tidak sesuai apa yang diinginkan rakyat. Kemudian pelanggaran-pelanggaran lain yang sering terjadi adalah ketidaknetralan baik itu dari penyelenggara,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

[podcast_widget limit="1" show_load_more="5"]

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana