URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sukses merilis lagunya yang berjudul Rindu Bimbinganmu, medio tahun lalu kini   Ipung Purwadi atau yang beken dengan nama Mr. Boy kembali merilis lagu baru berjudul Subuh. Lirik dalam lagu tersebut mengisahkan pengalaman pribadi tentang perjuangan shalat subuh, yang menurutnya sangat luar biasa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mr. Boy Luncurkan Lagu Subuh, Gandeng Kapolsek Banyubiru Sebagai Pemeran Vidio Klip

Mr. Boy Luncurkan Lagu Subuh, Gandeng Kapolsek Banyubiru Sebagai Pemeran Vidio Klip

Mr. Boy Luncurkan Lagu Subuh, Gandeng Kapolsek Banyubiru Sebagai Pemeran Vidio Klip

Mr. Boy (Ipung Purwadi) bersama Kapolsek Banyubiru Iptu Subhan saat jumpa pers perihal rilis album Subuh (Poto Arief Rasika)

Setelah sukses merilis lagunya yang berjudul Rindu Bimbinganmu, medio tahun lalu kini   Ipung Purwadi atau yang beken dengan nama Mr. Boy kembali merilis lagu baru berjudul Subuh. Lirik dalam lagu tersebut mengisahkan pengalaman pribadi tentang perjuangan shalat subuh, yang menurutnya sangat luar biasa.

“Menurut pribadi saya untuk menjalankan shalat subuh itu memang harus berjuang sangat luar biasa dan sulit. Namun waktu itu ketika anak – anak saya masih kecil, mereka sering bangun lebih dahulu. Merekalah saat itu yang membangunkan saya. Disitulah lagu ini tercipta,”kata Ipung, saat ditemui rasikafm.com, belum lama ini.

Ipung mengungkapkan, jika isi lagunya ini berangkat dari pengalaman pribadi yang disampaikan dalam sebuah lagu.

” mudah – mudahan lagu ini bisa menjadi inspirasi bagi teman teman pejuang subuh, yang masih kesulitan untuk shalat subuh atau bangun pagi seperti saya ini. Harapan saya ini bisa mewakili para pendengarnya,”ungkapnya.

Sementara jika penyanyi lain kerap menggunakan figuran wanita dalam sebuah lagu, Ipung lebih memilih sosok polisi dalam video klip lagu Subuh ini, apalagi kebetulan dia adalah sosok orang yang rajin beribadah.

“Sosoknya yang rajin beribadah itu menjadi inspirasi saya dan cocoklah disebuah lagu ini dan kebetulan dia sebagai anggota polisi. Kemudian muncul dalam inspirasi saya, o.. ini yang cocok pak Subhan dan kebetulan beliau Kapolsek Banyubiru, cocok ini.Nah akhirnya karena kita ini orang yang tidak pernah memikirkan untung ruginya, beliau saya kasih tahu,”terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Banyubiru IPTU Subhan mengungkapkan alasan dirinya bersedia menjadi pemeran dalam lagu berjudul Subuh ini karena cocok dengan lirik lagunya.

“Yang pertama kenapa saya mau, orang itu kan awalnya mau, kemudian cinta dan akan mengikuti apa yang diajak. Ya kebetulan mas Ipung Mr Boy ini saya kenal di Banyubiru dan dekat sudah seperti kakak saya. Kemudian mengajak saya sebagai pemeran dalam video klip lagunya,”kata Kapolsek Banyubiru.

Sebelumnya Subhan mengaku terlebih dahulu menanyakan apa lirik dalam lagu itu .

“Setelah saya dengarkan liriknya kok kayaknya cocok dengan saya. Bukan karena saya apa, tetapi memang kalau subuh itu ya bagi kita kaum muslim kalau bisa bangun pagi jangan sampai terlambat dan kalau bisa shalat subuh itu berjamaah di masjid. Makanya saya mau mas Ipung, liriknya sangat luar biasa,”tuturnya.

Mr.Boy dan Kapolsek Banyubiru saat diwawancarai Rasika FM

Subhan berharap mudah mudahan lagu Ipung Mr Boy yang ke delapan ini bisa bermanfaat, berkah dan barokah.

“Berkah ketika seseorang mendengarkan lagu ini terinspirasi dan berikutnya menjadi lebih baik,”tambahnya.

Menurut Polisi yang hobi Gowes ini, lagu yang ke delapan ini unik, seperti angka delapan itu tidak ada putusnya.”Ya mudah mudahan lagu mas Ipung berikutnya dan rezeki mas Ipung berikutnya seperti angka delapan akan terus tidak akan ada putusnya,”pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Ipung Mr Boy ini pertama kali merilis lagunya yang berjudul lagu Rindu Bimbinganmu satu tahun yang lalu di chanel youtube Ipung Mr. Boy. Setelah diunggah lagu itu langsung trending dan mendapat respon positif dari para pecinta musik tanah air.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan