URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menjadi target keroyokan pengunjung pameran. Para pengunjung menyerbu Ganjar untuk sekadar menyapa dan berfoto. Kali ini terjadi saat Ganjar melihat pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/7/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Pranowo Jadi Keroyokan Pengunjung Apkasi  Otonomi Expo 2022

Ganjar Pranowo Jadi Keroyokan Pengunjung Apkasi  Otonomi Expo 2022

Ganjar Pranowo Jadi Keroyokan Pengunjung Apkasi  Otonomi Expo 2022

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat di acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/7/2022).
featured-img

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menjadi target keroyokan pengunjung pameran. Para pengunjung menyerbu Ganjar untuk sekadar menyapa dan berfoto. Kali ini terjadi saat Ganjar melihat pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/7/2022).

Tiba di Hall sekira pukul 11.30, Ganjar langsung memasuki lokasi pameran untuk melihat stand pameran dari ratusan kabupaten dan sejumlah instansi itu. Sejak di pintu masuk, kedatangan Ganjar sudah menjadi perhatian masyarakat yang hadir di JCC. Mereka meneriakkan nama Ganjar dan mengajak berfoto.

Hal itu berlanjut ketika Ganjar berada di ruang pameran. Ganjar dengan sangat hangat melayani satu per satu pengunjung yang mengerubutinya. Sesekali Ganjar terlihat menggoda pengunjung yang sedang mengambil swafoto dengan pura-pura membalikkan badan. Spontan kejadian itu mengundang gelak tawa pengunjung lainnya.

Misalnya saat Ganjar diajak swafoto di stand Kabupaten Solok. Seorang ibu-ibu yang menjaga stand sudah siap mengambil gambar dengan kamera ponselnya. Begitu fokusnya sampai ibu-ibu itu tidak sadar Ganjar berbalik badan. Ibu-ibu itu kemudian mengejar Ganjar yang sudah tersudut di pojok stand hingga akhirnya dapat berswafoto.

Kejadian lain adalah saat Ganjar ditarik oleh petugas stand dari Kabupaten lain karena stand-nya terlewat oleh Ganjar. Ganjar yang sudah berada di depan pintu keluar kemudian berbalik lagi mengikuti ajakan untuk melihat stand milik Kabupaten Blitar.

Ganjar Pranowo mengatakan pameran itu merupakan kreativitas yang dibuat oleh APKASI untuk mendorong ekonomi tumbuh dan bergerak, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini yang belum baik.

“Saya kira sekarang dari seluruh Indonesia berkumpul di JCC membuat pameran UKM dan produk-produk lokal. Menurut saya luar biasa. Tadi yang hadir juga banyak sekali termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri, sudah berbincang juga tadi. Ini menjadi stimulus untuk ekonomi tumbuh dan kreativitas bergerak. Fasilitas itu diberikan oleh APKASI,” katanya.

Menurut Ganjar, ide bagus yang sudah dilakukan oleh APKASI tersebut bisa berkelanjutan. Ia berharap APKASI Otonomi Expo tersebut bisa menjadi event tahunan yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Termasuk ke depan harus berani melibatkan potensial buyer dari luar negeri.

“Harapan kita nanti ini akan menjadi event tahunan yang ditunggu sehingga UMKM yang menjadi binaan mereka bisa ditampilkan dan kemudian orang belanja. Syukur-syukur nanti mulai melibatkan potensial buyer dari luar negeri begitu ya untuk bisa ditawarkan, masukkan katalog besar, bisa dikurasi, dan bisa ekspor. Ini keren,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan