URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) siap membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengembangkan infrastruktur kelautan. Dukungan dimulai dengan melakukan survei di sejumlah titik Pantai Utara (Pantura) di Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pushidrosal Siap Dukung Ganjar Kembangkan Infrastruktur Kelautan di Jateng

Pushidrosal Siap Dukung Ganjar Kembangkan Infrastruktur Kelautan di Jateng

Pushidrosal Siap Dukung Ganjar Kembangkan Infrastruktur Kelautan di Jateng

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI AL Nurhidayat saat bertemu Gubernur Ganjar Pranowo di kantornya, Rabu (3/8).
featured-img

SEMARANG – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) siap membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengembangkan infrastruktur kelautan. Dukungan dimulai dengan melakukan survei di sejumlah titik Pantai Utara (Pantura) di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI AL Nurhidayat saat bertemu Gubernur Ganjar Pranowo di kantornya, Rabu (3/8). Nurhidayat mengatakan, survei ini dilakukan oleh Pushidrosal di seluruh perairan Indonesia.

“Di Jawa Tengah kami sudah menyusuri pantura, Tegal, Batang, Kendal nanti sampai ke Semarang sedikit,” katanya.

Nurhidayat mengatakan, di Batang survei dilakukan oleh jajarannya selama kurang lebih 50 hari. Hasilnya cukup memprihatinkan karena dari survei terakhir yang dilakukan oleh Belanda tahun 1800-an, terjadi pendangkalan.

“Kalau di perairan Maluku itu kita temukan gunung setinggi Semeru di bawah laut, di sini tidak ada yang berbahaya. Tapi memang pendangkalannya sangat tinggi,” ujarnya.

Nurhidayat menjelaskan, selain untuk melaporkan hasil survei di perairan Batang juga sekaligus mengajukan diri membantu Pemprov Jateng dalam upaya pengembangan di sektor kelautan.

“Kami tidak diundang itu meminta waktunya untuk bertemu di sini, apalagi kalau diundang sangat senang. Kami ingin membantu karena kami punya data,” katanya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi Pushidrosal atas kegiatan survei yang dilakukan di perairan Jawa Tengah. Ganjar sempat terkejut saat mendengar bahwa survei yang ada sangat out of date. Ganjar berpendapat jika data yang ada di overlay dengan data existing.

“Kita senang dari hidrosal share data, kita juga punya data dari ITB, BMKG, Undip yang sudah menelliti ini kalau kita overlay bagus,” katanya.

Ganjar mengatakan Pushidrosal bisa bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sehingga akan ada lebih banyak data yang bisa digunakan.

“Jadi kalau membangun itu, akurasi data itu bagian dari perencanaan dan kata manajemen kalau perencanaan baik, 50 persen berhasil,” tandasnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara