URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paul hilang secara misterius. Iwan dikabarkan hilang sejak 24 Agustus 2022 oleh keluarganya. 

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polda Jateng Sebut Pegawai Bapenda Semarang yang Hilang Kooperatif Sebagai Saksi Korupsi

Polda Jateng Sebut Pegawai Bapenda Semarang yang Hilang Kooperatif Sebagai Saksi Korupsi

Polda Jateng Sebut Pegawai Bapenda Semarang yang Hilang Kooperatif Sebagai Saksi Korupsi

featured-img

SEMARANG – Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paul hilang secara misterius. Iwan dikabarkan hilang sejak 24 Agustus 2022 oleh keluarganya.

Informasi yang diperoleh, Iwan hilang ketika akan menjalani pemeriksaan menjadi saksi kasus korupsi oleh Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Jateng. Namun, hingga sampai saat ini, polisi masih belum mendapat kabar terkait keberadaan Iwan.[irp posts=”42438″ name=”Polisi Periksa 5 Sampel DNA Jasad Tanpa Kepala yang Mengarah Pada Pegawai Bapenda Semarang”]

Direkur Reserse Kriminal Khusus (Dirrkrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan, pihaknya ternyata sempat berkomunikasi dengan Iwan sebelum dinyatakan menghilang. Dirinya menyebut Iwan juga kooperatif ketika bersedia dilkukan pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi.

“Dia bukan sebagai saksi pelapor tapi orangnya kooperatif sudah sempat kita temui ngobrol dan jelaskan. Dan tanggal 25 itu (Agustus 2022) kita sudah sepakat dan kita buatkan surat untuk pemeriksaan di kantor. Jadi dua kali (sudah komunikasi), kita komunikasi baik-baik, ketemu, baik telepon juga,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (12/9/2022).

Dirinya menjelaskan, Iwan merupakan saksi yang disebutkan dalam aduan masyarakat terkait korupsi alih aset di Pemkot Semarang. Kasus dugaan korupsi alih aset itu disebut terjadi pada tahun 2010. Namun, dirinya belum bisa menjelaskan lebih dalam terkait kasus itu.

“Betul tahun 2010 tapi kalau untuk pensertifikatannya belum, 2010 memang, sudah lama. Iya kita masih belum bisa mengetahui apasih. Kalau dari aduan pengalihan aset,” paparnya.

Disisi lain, kini pihaknya masih menunggu pemeriksaan terkait temuan jasad dan motor yang terbakar di Kawasan Marina pada Kamis (8/9/2022) malam. Meskipun dari barang bukti identik dengan Iwan, namun kepolisian masih belum dapat memastikan apakah itu benar Iwan atau bukan.

“Pertama saya harus memastikan dulu apa benar yang meninggal itu, korban itu Iwan atau bukan. Pasca kepastiannya baru kita akan melihat apakah ada keterkaitannya sama yang itu (dugaan korupsi). Kami juga butuh waktu tapi yang pasti ada atau tidak ada iwan kami tetap melakukan proses, pihak-pihak yang terkait pasti akan minta keterangan,” terangnya.

Dalam proses penyelidikan, kepolisian memerika empat orang saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Polisi juga berecana memanggil pihak-pihak lain termasuk pegawai Pemkot Semarang lainnya.

“Ada, semua pihak yang terkait, yang mengetahui, yang ada dalam lingkungan itu juga kami akan mintai keterangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, ditemukan jasad tanpa kepala dan motor yang terbakar di Kawasan Marina. Mayat itu identik dengan Pegawai Bapenda Semarang yang hilang bernama Iwan Boedi.

Meski demikian kepolisian masih menunggu tes DNA untuk memastikan apakah benar korban tersebut adalah orang yang dilaporkan hilanh sejak 24 Agustus 2022 lalu.

“Kepastiannya kita masih menunggu proses pemeriksaan forensik karena ini harus dibuktikan dulu apakah yang meninggal ini Iwan atau bukan. Kalau kendaraannya diduga kuat iya, karena identik dengan nomor pelat, nomor rangka, nomor mesin itu sudah identik,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes apol Irwan Anwar, saat melakukan pemeriksaan penemuan jasad, Jumat (9/9/2022).

“Kemudian selain itu ada juga plat nama, nametag, papan nama atas nama Iwan Budi P. Apakah ini Iwan Budi P atau bukan, ini masih menunggu kepastian melalui pemeriksaan forensik dan tes DNA,” tambahnya.

BACA JUGA :

Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging