KABAR RASIKA

Innalillahi! Kecelakaan Sabtu Pagi di Kalitanggi Tengaran, Pelajar Masuk Kolong Truk

Innalillahi! Kecelakaan Sabtu Pagi di Kalitanggi Tengaran, Pelajar Masuk Kolong Truk

Innalillahi! Kecelakaan Sabtu Pagi di Kalitanggi Tengaran, Pelajar Masuk Kolong Truk

Polisi sedang mengevakuasi korban laka di Kalitanggi Tengaran (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Luthfy Azka Nur Hasanah (17) Pelajar perempuan warga Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, itu meninggal dunia akibat luka pada kepalanya. Hingga korban meninggal seketika dalam kecelakaan maut di jembatan Kalitanggi, Jalan Boyolali-Salatiga, Tengaran, Kabupaten Semarang. Korban meninggal setelah terjatuh dari motornya dan terlindas truk tronton.

Dihimpun dari saksi mata, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.15 WIB saat korban berangkat sekolah. Korban mengendarai Honda Beat bernomor polisi AD-5927-BED melaju dari arah Boyolali ke Salatiga.

“Sesampai di TKP, pengendara sepeda motor mendahului dari sebelah kiri truk Hino tronton bernomor polisi B-9611-UEX yang melaju searah di depannya,” ujar Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, Sabtu (18/4/2026).

Saat mendahului truk tersebut, pengendara motor itu terjatuh. Lingga menyebut pemotor itu lalu masuk ke kolong truk tronton.

“Saat mendahului, pemotor terjatuh dan masuk ke kolong Hino tronton. Karena jarak sudah dekat dan tidak bisa menghindar, maka terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujar Lingga.

“Korban hendak berangkat sekolah, pelajar kelas satu SMA di Salatiga. Korban mengalami cedera kepala, meninggal dunia di TKP, lalu dibawa ke RSUD Salatiga,” ungkap Lingga.

Atas peristiwa ini, Lingga mengimbau para orang tua agar mempertimbangkan kembali pemberian izin menggunakan sepeda motor kepada anaknya.

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px