URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jasa cat cepat mobil dan motor milik Muhammad Ikhsan menjadi solusi perbaikan kendaraan ringan di Jalan Pemotongan, depan Disperindag, Kota Salatiga. Ikhsan telah menjalankan usaha ini sejak 17 tahun lalu. Layanan cat dan dempul cepat dengan tarif terjangkau membuat banyak sopir dan pemilik kendaraan memilih jasanya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan

Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan

Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan

Jasa cat cepat mobil dan motor milik Muhammad Ikhsan menjadi solusi perbaikan kendaraan ringan di Jalan Pemotongan, depan Disperindag, Kota Salatiga. Ikhsan telah menjalankan usaha ini sejak 17 tahun lalu. Layanan cat dan dempul cepat dengan tarif terjangkau membuat banyak sopir dan pemilik kendaraan memilih jasanya.
Foto Arief Rasika
Ikhsan cat saat mengerjakan tugas
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bagi Masyarakat awam di Salatiga, Nama Muhammad Ikhsan (53) warga Pungkursari Salatiga ini mungkin belum begitu familiar. Namun bagi sebagian sopir dan pemilik mobil yang pernah memanfaatkan jasanya dalam bidang cat mobil motor sosok Ikhsan adalah sang “penyelamat”.

Bagaimana tidak, jika anda sedang membutuhkan tukang cat yang murah, cepat dengan harga yang bersahabat tidak ada salahnya anda mencoba jasa mas Ikhsan ini.

Mangkal setiap hari di jalan Pemotongan, depan Disperindag Salatiga, Jasa cat dan dempul ini buka mulai pukul 08.00 pagi sampai sore hari.

Kepada rasikafm.com, Ikhsan mengaku jika usaha cat pinggir jalan miliknya ini dia tekuni sejak 17 tahun silam. “Awalnya waktu itu saya hanya melayani jasa pengecatan helm dan spet motor sedikit sedikit, lambat laun ada juga konsumen yang menyuruh untuk mengecat mobil, sampai keterusan hingga sekarang”. Ujarnya ramah.

Menurutnya, mereka yang memanfaatkan keahlianya rata rata mengecat bagian kecil dan ingin cepat, Bahkan sebagian besar rela menunggu saat dikerjakan.
“Selain cat cepat, karena motor jatuh ringan, ada juga shorum motor yang selalu memanfaatkan jasa saya,Dealer tidak mau motor yang dikirim ke konsumen lecet lecet ”. Ujarnya.

Ikhsan bercerita alasan konsumenya mengecat ditempatnya-pun beragam. “ Ada sopir pribadi yang habis nyrempet, takut dimarahi majikan ataupun suami yang membawa mobil atau motor istri lalu cidera, mereka takut istri, maka tidak ada pilihan lain untuk dicat ditempat saya”. Ujar pria 53 tahun ini.
Sementara itu soal tarif Iksan menjamin harganya bersahabat, tergantung banyak sedikitnya barang yang dikerjakan.
Menurutnya jasa cat cepat pinggir jalan ini baru dia yang memulai. Berbeda dengan yang ada dikota Semarang dikawasan jalan Ligu cukup banyak.

Sementara itu salah satu konsumen, Supriadi warga Tingkir mengaku senang mengecatkan di Ikhsan karena tarif terjangkau. “Saya berulang kali kesini, sekedar mengecat helm atau motor Honda GL kesayangan, maklum mas Lokasi parkiran kerja sempit kadang kala motor tergores.” Ujar pegawai salah satu supermarket ini.

Berbeda dengan Supriyadi, bagi Galang Pramuditha warga Tengaran lebih senang menggunakan jasa Ikhsan, karena hasilnya cepat dan biaya terjangkau, apalagi ini mendekati Lebaran. “Sebagai anak muda saya harus pastikan tampilan mobil Honda City merah keren saat dibawa kerumah calon mertua pada lebaran nanti”. ujar mahasiswa UNY Jogya ini.

Menurut Galang, dirinya dua kali menggunakan keahlian Ikhsan, yang pertama mengecatan bodi blaret, dan kali ini dia meminta agar Spoiler sedan miliknya dicat agar tampilan semakin keren.

BACA JUGA :

Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"