KABAR RASIKA

Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan

Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan

Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan

Jasa cat cepat mobil dan motor milik Muhammad Ikhsan menjadi solusi perbaikan kendaraan ringan di Jalan Pemotongan, depan Disperindag, Kota Salatiga. Ikhsan telah menjalankan usaha ini sejak 17 tahun lalu. Layanan cat dan dempul cepat dengan tarif terjangkau membuat banyak sopir dan pemilik kendaraan memilih jasanya.
Foto Arief Rasika
Ikhsan cat saat mengerjakan tugas

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bagi Masyarakat awam di Salatiga, Nama Muhammad Ikhsan (53) warga Pungkursari Salatiga ini mungkin belum begitu familiar. Namun bagi sebagian sopir dan pemilik mobil yang pernah memanfaatkan jasanya dalam bidang cat mobil motor sosok Ikhsan adalah sang “penyelamat”.

Bagaimana tidak, jika anda sedang membutuhkan tukang cat yang murah, cepat dengan harga yang bersahabat tidak ada salahnya anda mencoba jasa mas Ikhsan ini.

Mangkal setiap hari di jalan Pemotongan, depan Disperindag Salatiga, Jasa cat dan dempul ini buka mulai pukul 08.00 pagi sampai sore hari.

Kepada rasikafm.com, Ikhsan mengaku jika usaha cat pinggir jalan miliknya ini dia tekuni sejak 17 tahun silam. “Awalnya waktu itu saya hanya melayani jasa pengecatan helm dan spet motor sedikit sedikit, lambat laun ada juga konsumen yang menyuruh untuk mengecat mobil, sampai keterusan hingga sekarang”. Ujarnya ramah.

Menurutnya, mereka yang memanfaatkan keahlianya rata rata mengecat bagian kecil dan ingin cepat, Bahkan sebagian besar rela menunggu saat dikerjakan.
“Selain cat cepat, karena motor jatuh ringan, ada juga shorum motor yang selalu memanfaatkan jasa saya,Dealer tidak mau motor yang dikirim ke konsumen lecet lecet ”. Ujarnya.

Ikhsan bercerita alasan konsumenya mengecat ditempatnya-pun beragam. “ Ada sopir pribadi yang habis nyrempet, takut dimarahi majikan ataupun suami yang membawa mobil atau motor istri lalu cidera, mereka takut istri, maka tidak ada pilihan lain untuk dicat ditempat saya”. Ujar pria 53 tahun ini.
Sementara itu soal tarif Iksan menjamin harganya bersahabat, tergantung banyak sedikitnya barang yang dikerjakan.
Menurutnya jasa cat cepat pinggir jalan ini baru dia yang memulai. Berbeda dengan yang ada dikota Semarang dikawasan jalan Ligu cukup banyak.

Sementara itu salah satu konsumen, Supriadi warga Tingkir mengaku senang mengecatkan di Ikhsan karena tarif terjangkau. “Saya berulang kali kesini, sekedar mengecat helm atau motor Honda GL kesayangan, maklum mas Lokasi parkiran kerja sempit kadang kala motor tergores.” Ujar pegawai salah satu supermarket ini.

Berbeda dengan Supriyadi, bagi Galang Pramuditha warga Tengaran lebih senang menggunakan jasa Ikhsan, karena hasilnya cepat dan biaya terjangkau, apalagi ini mendekati Lebaran. “Sebagai anak muda saya harus pastikan tampilan mobil Honda City merah keren saat dibawa kerumah calon mertua pada lebaran nanti”. ujar mahasiswa UNY Jogya ini.

Menurut Galang, dirinya dua kali menggunakan keahlian Ikhsan, yang pertama mengecatan bodi blaret, dan kali ini dia meminta agar Spoiler sedan miliknya dicat agar tampilan semakin keren.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px