URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penjabat Wali Kota Sinoeng N Rachmadi meminta pelaku Usaha Kecil Menengah menjaga kepercayaan konsumen jika ingin usaha tetap eksis. Permintaan disampaikan saat membuka Pelatihan Pemasaran Online Bagi UKM yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Le Beringin Hotel, Selasa (20/09/22).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pj Wali Kota Minta UKM Jaga Kepercayaan Konsumen Jika Ingin Tetap Eksis

Pj Wali Kota Minta UKM Jaga Kepercayaan Konsumen Jika Ingin Tetap Eksis

Pj Wali Kota Minta UKM Jaga Kepercayaan Konsumen Jika Ingin Tetap Eksis

featured-img

Penjabat Wali Kota Sinoeng N Rachmadi meminta pelaku Usaha Kecil Menengah menjaga kepercayaan konsumen jika ingin usaha tetap eksis. Permintaan disampaikan saat membuka Pelatihan Pemasaran Online Bagi UKM yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Le Beringin Hotel, Selasa (20/09/22).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Rochadi menjelaskan Pelatihan Pemasaran Online Bagi UKM merupakan sub kegiatan fasilitasi usaha mikro menjadi usaha kecil dalam pengembangan produksi dan pengolahan, pemasaran, SDM serta desain dan teknologi (dan non fisik) .

“Peserta kegiatan sebanyak 25 pelaku UKM. Adapun pemateri berasal Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda, Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Tengah, dan Indra Widianto dari Naruna Keramik Salatiga. Tujuan dari kegiatan adalah memberikan wawasan, keterampilan, inovasi dan kreativitas dalam pemasaran online serta tercantum dalam e-katalog untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah,” Rochadi melaporkan.

Pj Wali Kota dalam pengarahannya menyampaikan agar pengusaha membangun kepercayaan terlebih dahulu. “Anda buktikan dulu ada usaha apa, akses market benar tersedia maka akan muda akses permodalan. Yakinkan kepada lembaga keuangan, bila nanti diberikan dana maka mampu akan menambah sumberdaya manusia dan produksi. Salah satu lebaga keuangan telah memberikan KUR ada juga yang menengah, mikro aset mikro hingga 1 milliar, kecil bisa sampai 2 milliar. Jika sudah masuk kategori layak menerima maka jalin komunikasi dengan perbankan agar bisa akses layanan ini,” tambah Sinoeng.

“Kalau anda hanya ingin sensasi buat tercengang terpana sesaat dalam usaha anda dan akan anda tinggalkan, maka alam semesta akan mencatat dan akan ada peristiwa balasan atas yang anda lakukan. Sertifikasi juga penting dalam eksistensi produk di dunia digital marketing. Jadilah anda yang bisa dipercaya jika ingin usaha yang anda miliki tetap terjaga. Kami sebagai pemerintah tidak akan bosan memberikan layanan berupa pelatihan dan pendampingan,” tambahnya.

“Selain pembinaan dinas akan mengikutsertakan dalam pameran maka rajinlah dalam mencari informasi dan jejaring. Bila anda punya kompetitor jangan dimusnahkan itu tabiat jaman purbakala. Perlu kita pahami bahwa kompetitor itu adalah tolok ukur bagi usaha anda, coba mari berpikir bagaimana orang menilai produk anda baik jika tidak ada pembandingnya. Dan jadikan pesaing adalah referensi atas inovasi yang akan anda lakukan. Banyak sekarang orang belajar ke Naruna Keramik, meski tempatnya tersembunyi tapi buku tamunya banyak yang dari luar daerah dan luar negeri, maka membangun kepercayaan itu sangat penting,” pungkas Sinoeng sebelum membuka acara.

M Ilyas Mubaroq dari Aulia variasi Salatiga mengaku senang dapat ilmu baru. “Memang penjualan dan layanan Aulia Variasi belum memakai media digital marketing. Di bisnis lain yang satu atap sudah ada yang memanfaatkan digital marketing yaitu resto, dan yang belum adalah usaha bengkel. Paling kami pasang stori WA saja, jadi kami mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan kerjasama dengan instansi,” bener karyawan Aulia Variasi ini.

“Kemungkinan akan ada pengembangan promosi lewat IG dan FB, namun yang ditakutkan pihak bengkel adalah komplain lewat medsos. Kalau ada keluhan lebih enak kalau datang langsung ke bengkel karena bisa langsung ditangani,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum