URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Kamu bener namanya Gibran. Tahu nggak ada Gibran lain yang terkenal. Siapa coba tebak," tanya Ganjar ke Gibran. Bocah SD itu hanya tersenyum malu. Sang ibu, Marwah,55 langsung menjawab bahwa Gibran yang dimaksud adalah Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Ketemu Gibran Saat Sarapan di Pasar Sentral Mamuju

Ganjar Ketemu Gibran Saat Sarapan di Pasar Sentral Mamuju

Ganjar Ketemu Gibran Saat Sarapan di Pasar Sentral Mamuju

featured-img

SULBAR – Suasana Pasar Sentral Mamuju Sulawesi Barat mendadak heboh, Senin (10/10). Mereka yang sedang berjualan dan belanja dikejutkan dengan kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar yang datang memenuhi undangan Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik tiba di Mamuju pada pukul 07.30 WITA. Usai dijemput Akmal, Ganjar kemudian diajak sarapan di Pasar Sentral Mamuju.

Ganjar yang diajak Akmal berkeliling melihat kondisi pasar langsung jadi rebutan. Warga yang ada di sana saling berebut untuk bersalaman dan minta foto bersama.

Setelah itu, Akmal mengajak Ganjar sarapan di warung-warung kecil yang ada di pasar itu. Ganjar kemudian sarapan nasi kuning, makan jajanan Barongko dan menu lainnya.

“Wah ini enak, Barongko. Ayo pak ikut sarapan semua. Ayo sini makan bareng saya,” ajak Ganjar pada tukang ojek dan penarik becak di pasar itu.

Awalnya, mereka malu-malu mendekat. Namun Ganjar mengambil satu piring berisi makanan dan diberikan ke tukang becak itu. Ia juga meminta tukang becak lain dan tukang ojek untuk makan bersama.

“Ayo sini, belum pada sarapan kan? Sini makan, ayo pesen semua,” ajak Ganjar.

Langsung saja mereka mendatangi penjual yang ada di sana. Mereka membeli aneka makanan yang dijajakan dan makan bersama.

“Ya seneng banget, nggak menyangka diajak sarapan sama pak Ganjar. Selama ini saya tahunya hanya di TV, ini tadi dipanggil, dikasih makanan langsung dan diajak sarapan bersama. Bangga sekali saya,” kata Idel,20, penarik becak Pasar Sentral.

Saat Ganjar mengajak masyarakat makan bersama itulah, ia melihat ada anak kecil yang terhimpit kerumunan. Ia pun langsung memanggil anak kecil itu bersama ibunya untuk makan bersama. Betapa terkejutnya Ganjar, ternyata anak kecil itu bernama Gibran.

“Kamu bener namanya Gibran. Tahu nggak ada Gibran lain yang terkenal. Siapa coba tebak,” tanya Ganjar ke Gibran.

Bocah SD itu hanya tersenyum malu. Sang ibu, Marwah,55 langsung menjawab bahwa Gibran yang dimaksud adalah Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau yang itu mas Gibran anaknya pak Jokowi pak. Anak saya namanya Muhammad Al-Gibran,” jawab Marwah sambil tersenyum.

Keseruan terjadi saat Ganjar sarapan di pasar itu. Selain tukang ojek, penarik becak dan masyarakat senang dapat sarapan gratis, para penjual makanan yang ada di pasar itu juga mendapat berkah. Dagangan mereka langsung ludes diborong Ganjar.

“Seneng banget ada pak Ganjar datang, dagangan saya langsung diborong habis. Tadi pak Ganjar beli Barongko, gorengan dan lainnya. Ya seneng, dagangan langsung abis, biasanya saya jualan sampai sore,” ucap Siri Hardinah,26, penjual Barongko dengan girang.

Ganjar sendiri mengatakan, ia diajak Pj Gubernur Sulbar, Bupati Mamuju untuk meninjau Pasar Sentral. Pj Gubernur Sulbar ingin menunjukkan kondisi pasar, harga-harga bahan kebutuhan pokok sekaligus mengecek inflasi.

“Tadi diajak keliling pak Pj Gubernur, pak Bupati Mamuju ngecek harga. Ternyata relatif stabil, harganya ya pasokannya,” ucapnya.

Menariknya, harga-harga sayuran di Mamuju relatif lebih baik. Kol dihargai Rp5000, Tomat Rp5000 dan Sawi bisa mencapai Rp8000.

“Harganya masih tinggi, karena di Jateng kemarin sawi sempat seharga Rp500 perak. Jadi artinya, kita bisa berdagang antar daerah. Bisa saling suplai sehingga inflasi bisa kita kontrol,” jelasnya.

Dan yang paling menarik menurut Ganjar adalah sarpan bersama di pasar. Ia memakan nasi kuning dengan lauk ikan teri dan makan Barongko.

“Yang menarik diajak sarapan nasi kuning yang khas, ada ikan terinya. Sama tadi makan Barongko. Wah itu makanan kesukaan saya,” ucapnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved