URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berinovasi mendukung ekosistem electronic Government (e-Gov). Salah satunya adalah penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk memangkas proses birokrasi agar lebih efektif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Realisasi e-Gov, Pemkab Semarang Launching TTE

Realisasi e-Gov, Pemkab Semarang Launching TTE

Realisasi e-Gov, Pemkab Semarang Launching TTE

Bupati Semarang didampingi jajaran forkopimda Kabupaten Semarang dan Kepala OPD melaunching TTE di pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, belum lama ini. (Foto/ dok. Diskominfo Kabupaten Semarang)
Bupati Semarang didampingi jajaran forkopimda Kabupaten Semarang dan Kepala OPD melaunching TTE di pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, belum lama ini. (Foto/ dok. Diskominfo Kabupaten Semarang)
featured-img

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berinovasi mendukung ekosistem electronic Government (e-Gov). Salah satunya adalah penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk memangkas proses birokrasi agar lebih efektif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengungkapkan penggunaan TTE dalam sistem administrasi akan membuat proses birokrasi menjadi lebih efektif dan efisien.

“Selain paperless (non kertas), legalisasi surat dan dokumen administrasi lainnya akan lebih cepat dilakukan tanpa diburu waktu dan tempat,” ujarnya usai acara launching penggunaan TTE di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, baru-baru ini.

Dijelaskan Wiwin, TTE ini dapat dilakukan oleh pimpinan daerah maupun OPD secara daring di manapun berada. Dengan dukungan telepon pintar atau gadget lainnya, proses pembubuhan TTE dapat dilakukan lebih cepat.

Pada tahap awal, jajaran pimpinan daerah mulai dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Semarang sudah mengaplikasikan penggunaan TTE yang telah dilegalkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Seluruh OPD sudah kita daftarkan untuk bisa menggunakan TTE, namun baru sepuluh yang sudah mendapat sertifikasi. Yakni Dinas Arsip dan Perpustakaan, DPMPTSP, Dispendukcapil dan BKPSDM. Kemudian Bagian Hukum, Tata Pemerintahan, Organisasi dan Bagian Umum,” terangnya.

Selain itu, sejumlah kecamatan yakni Banyubiru, Bandungan dan Bergas juga telah menerapkan TTE ini.

“Sementara untuk OPD lainnya masih harus menunggu validasi dari Badan Sertifikasi Elektronik BSSN,” sambungnya.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengapreasi inovasi yang dilakukan Diskominfo menerapkan TTE untuk mempercepat urusan administrasi birokrasi.

“Harapan kami, semua OPD dapat menciptakan inovasi guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Semarang,” urainya.

Pada acara itu pula diresmikan penggunaan internet di 20 desa bantuan Pemkab Semarang untuk meminimalkan blank spot dan memperlancar komunikasi. (win)

BACA JUGA :

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved