URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kabupaten Semarang menembus lima besar realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah dengan nilai Rp4,3 triliun. Capaian ini disampaikan DPMPTSP Kabupaten Semarang di Mal Pelayanan Publik Lopait, Tuntang, Selasa (27/1/2026). Investasi meningkat karena lokasi strategis, akses infrastruktur lengkap, sektor industri kuat, serta inovasi perizinan yang cepat dan pasti.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kabupaten Semarang Masuk 5 Besar Investasi Tertinggi di Jawa Tengah, Capai Rp4,3 Triliun

Kabupaten Semarang Masuk 5 Besar Investasi Tertinggi di Jawa Tengah, Capai Rp4,3 Triliun

Kabupaten Semarang Masuk 5 Besar Investasi Tertinggi di Jawa Tengah, Capai Rp4,3 Triliun

Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini. Foto: win
Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kabupaten Semarang masuk lima besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan rilis terbaru, nilai investasi yang masuk mencapai Rp4,3 triliun, menempatkan Kabupaten Semarang di peringkat kelima se-Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, Hetty Setiorini, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak serta daya tarik wilayah Kabupaten Semarang bagi investor.

Menurutnya, Kabupaten Semarang memiliki posisi strategis yang menjadikannya wilayah “seksi” untuk berinvestasi. Banyak pengusaha, khususnya dari Jawa Barat, bermigrasi ke Jawa Tengah dan memilih Kabupaten Semarang karena berada di kawasan Joglosemar (Jogja–Solo–Semarang).

“Kabupaten Semarang ini komplit. Kita punya industri, pertanian, dan pariwisata atau yang dikenal dengan Intanpari. Ditambah akses yang sangat mudah, dekat pintu tol, pelabuhan, dan bandara yang bisa ditempuh kurang dari satu jam. Ini tentu menguntungkan pelaku usaha,” jelas Hetty ditemui di Mal Pelayanan Publik Lopait, Tuntang, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, kemudahan akses tersebut sangat mendukung aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi barang hingga pengiriman bahan baku, sehingga meningkatkan minat investasi. Terkait realisasi investasi, Hetty menguraikan bahwa perhitungan dilakukan melalui sistem Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang mencatat jumlah pelaku usaha serta nilai modal, baik tenaga kerja maupun mesin. Pelaku usaha lama diwajibkan melaporkan kegiatannya setiap tiga bulan, sementara rilis realisasi investasi muncul setiap triwulan.

“Target investasi Kabupaten Semarang sejak 2020 sebesar Rp4 triliun selalu tercapai. Bahkan terakhir realisasinya melebihi target yakni mencapai Rp4,3 triliun,” ungkapnya.

Realisasi investasi terbesar disumbang oleh pelaku usaha di kawasan industri Bawen, khususnya sektor pengolahan pala, disusul industri garmen. Selain itu, sektor makanan, jamu, dan garmen masih menjadi kekuatan utama Kabupaten Semarang.

“Nilai ini belum termasuk proyek jalan tol. Bayangkan jika proyek ini sudah beroperasi, harapan kita tahun depan ya,
maka nilai investasi diperkirakan akan meningkat signifikan,” benernya.

Untuk mendukung iklim investasi, Pemkab Semarang melalui DPMPTSP juga menyiapkan enam langkah inovasi “Smart Berinvestasi”. Salah satunya melalui kepastian tata ruang yang diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2025, dilengkapi Sistem Informasi Tata Ruang (Simtaru).

“Dalam waktu 5 sampai 10 menit, calon investor bisa mengetahui apakah lokasi yang diinginkan sesuai dengan rencana usahanya,” terangnya.

Selain itu, proses perizinan didukung melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) dari pemerintah pusat. Perizinan dilanjutkan dengan pemenuhan persyaratan dasar, dokumen lingkungan hidup, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga izin usaha sektoral.

“Dengan sistem ini, investor bisa beraktivitas di Kabupaten Semarang dengan aman, nyaman, dan sesuai aturan,” pungkas Hetty. (win)

BACA JUGA :

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Blondo, Kecamatan Bawen, selama musim kemarau dengan penyemprotan rutin di titik rawan dan peningkatan kesiapsiagaan personel. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyebut langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang telah mencapai 80 kejadian hingga awal Agustus 2026, didominasi kebakaran hutan dan lahan.
Cegah Kebakaran TPA Blondo, Damkar Kabupaten Semarang Rutin Semprot Titik Rawan
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli terpadu bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait. Kapolres Semarang, Heru Dwi Purnomo, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran melalui pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Ketua Tim Monitoring sekaligus Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Aris Dedy Arham, meminta pemerintah desa lebih tertib menyusun laporan keuangan BUMDes setiap semester sesuai ketentuan, sekaligus memastikan komitmen desa dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved