KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Alhamdulillah, Nasib Guru non-ASN di Salatiga sudah Ada Titik Terang

Alhamdulillah, Nasib Guru non-ASN di Salatiga sudah Ada Titik Terang

Alhamdulillah, Nasib Guru non-ASN di Salatiga sudah Ada Titik Terang

Pemkot Salatiga memastikan insentif guru dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dibayarkan pada 2026 meski sempat terhapus dari anggaran awal. Kepastian disampaikan Sekda Kota Salatiga di Salatiga, 22 Januari 2026, karena hasil rapat koordinasi TAPD. Pembayaran menunggu prosedur, dengan besaran tetap Rp500.000 per bulan.
Foto Arief Rasika
Pj Sekda Salatiga Muthoin

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kekhawatiran para pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN di Kota Salatiga terkait hilangnya insentif kesejahteraan pada 2026 mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kota Salatiga memastikan dana insentif tersebut tetap akan dibayarkan, meski sempat tidak tercantum dalam penganggaran awal.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, menegaskan solusi atas persoalan itu telah disepakati melalui rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Masalah insentif guru non-ASN yang biasanya diterima setiap satu bulan sekali, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sudah ada solusinya. Masalah pembayaran masih menunggu waktu,” kata Muthoin, Kamis (22/1/2026).

Ia memastikan insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dianggarkan. Besarannya pun tidak berubah, yakni Rp500.000 per bulan untuk setiap penerima, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Muthoin, hilangnya anggaran insentif pada Tahun Anggaran 2026 bukan tanpa sebab. Pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) membuat Pemkot Salatiga harus melakukan penyesuaian anggaran di berbagai organisasi perangkat daerah.

“Karena hal itu, akhirnya kami melakukan rasionalisasi di berbagai organisasi perangkat daerah. Ternyata anggaran tersebut di Dinas Pendidikan ikut terpotong,” ungkapnya.

Soal waktu pencairan, Muthoin belum bisa memastikan jadwal pasti. Saat ini, Pemkot Salatiga masih memproses prosedur dan ketentuan yang diperlukan. Meski demikian, ia menegaskan para pendidik non-ASN tidak perlu cemas.

“Untuk guru non-ASN, tenang saja. Insyaallah sudah ada solusi. Tinggal menunggu waktu dan prosedur yang harus dilakukan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar tidak dianggarkannya insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN pada 2026 sempat memicu keresahan. Banyak guru mengaku kecewa karena dana tersebut menjadi penopang utama kebutuhan hidup.

Salah satunya dirasakan Kepala Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Indah 02, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Rizka Fitriarini. Ia mengaku terpukul dengan kabar tidak cairnya insentif yang selama ini diterima rutin setiap bulan.

“Kalau dari insentif itu memang kami sangat mengandalkan. Besarnya Rp500.000 per bulan. Kalau itu tidak ada, kami hanya mendapat gaji dari SPP siswa, yaitu Rp75.000 per bulan,” ujar Rizka, Rabu (14/1/2026).

Dengan adanya kepastian solusi dari Pemkot Salatiga, para pendidik non-ASN kini tinggal menunggu realisasi. Harapannya, insentif yang sempat terkatung-katung itu segera cair dan kembali menjadi penopang kesejahteraan mereka.

Muthoin saat diwawancarai Rasika

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang