URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dua pekan jelang Pelaksanaan Pilkades, Situasi keamanan dan ketertiban didesa Duren kecamatan Tengaran kabupaten Semarang masih kondusif, meski terdapat 2 calon yang akan berlaga, dalam Pilkades 30 Oktober 2022 mendatang, mereka adalah petahana yang juga kakak-beradik, Amin Purnomo dan H. Wahyudi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Minggu Jelang Pilkades, Situasi Kamtibmas di Duren Kondusif, Meski Kakak Beradik Maju Sebagai Calon Kades

Dua Minggu Jelang Pilkades, Situasi Kamtibmas di Duren Kondusif, Meski Kakak Beradik Maju Sebagai Calon Kades

Dua Minggu Jelang Pilkades, Situasi Kamtibmas di Duren Kondusif, Meski Kakak Beradik Maju Sebagai Calon Kades

featured-img

Dua pekan jelang Pelaksanaan Pilkades, Situasi keamanan dan ketertiban didesa Duren kecamatan Tengaran kabupaten Semarang masih kondusif, meski terdapat 2 calon yang akan berlaga, dalam Pilkades 30 Oktober 2022 mendatang, mereka adalah petahana yang juga kakak-beradik, Amin Purnomo dan H. Wahyudi.

Wahyudi salah satu calon kepala desa Duren saat ditemui rasikafm.com, mengungkapkan niat awal dirinya Kembali maju mencalonkan diri adalah hanya ingin memajukan desanya.

“Saya ingin desa Duren lebih maju, aman makmur, adil, sejahtera dan bermartabat, sejajar dengan desa lain”katanya.

H. Yudi, panggilan akrab Wahyudi mengatakan sudah pernah menjabat dua kali sebagai kepala desa Duren sehingga sudah mengetahui betul situasi masyarakat, mengetahui apa yang menjadi harapan masyarakat.

“Banyak hal yang perlu kita benahi untuk kemajuan desa Duren selanjutnya,”tutur pria yang pernah menjabat pada tahun 2002 hingga 2014 ini.

Wahyudi menambahkan, untuk progam kedepan akan menguatkan pembangunan. Selain itu karena desa Duren itu penyangga pangan tertinggi maka untuk pertanianya akan lebih diperhatikan.

“Di era saya dulukan juga banyak prestasi berkaitan dengan pertanian,”tambah suami dari Wahyu Vitriyanti.

Ditambahkanya, desa Duren juga terdapat tempat wisata air di Tanubayu, yang nanti akan digarap secara maksimal.

Sementara itu saat disinggung tentang beredar kabar isu kurang kondusif di wilayahnya, Wahyudi menjamin untuk kegiatan pilkades ini tetap kondusif.

“Kita pernah mengabdi dua kali. Dengan keprihatinan membangun dan pernah berjuang seperti itu. Sehingga kita tidak mungkin akan menodai dan kita akan sukseskan pilkades di desa Duren ini dengan kondusif,”tandas Pria penghobi Trabas dengan angka 99 ini.

Lebih lanjut ia menegaskan terkait isu tidak kondusif itu jelas hoax dan sudah mengarah ke fitnah.

“Hal itu bisa di cek kemasyarakat, jika ada perselisihan bisa dipastikan itu hoax, karena saat ini kondisinya kondusif,”tegasnya.

Sementara pantauan Rasika FM minggu sore, 16 Oktober 2022, situasi keamanan menjelang Pilkades didesa Duren terpantau Aman dan Kondusif, tidak seperti yang diberitakan sebuah media sosial beberapa waktu lalu.

Hal ini juga diakui oleh Darmanto, warga Dukuh Desa Duren saat bertemu sejumlah media. Dirinya mengungkapkan bahwa suasana pilkades kondusif dan aman.

“Jadi terkait ada cerita yang beredar diluar bahwa suasana tidak kondusif, saya pastikan itu hoax. Disini aman aman saja,”ungkapnya.

Berkaitan mendukung Wahyudi, Darmanto mengaku jika sebagai masyarakat akan memilih pemimpin yang bermasyarakat.

“Kalau bahasa jawanya itu “entengan”. Meski dulunya sudah tidak menjabat sebagai kepala desa, Pak Wahyudi ini kalo di undang acara hajatan apapun selalu hadir, menyatu dengan masyarakat,”ungkap Darmanto.

Wahyudi dalam sebuah acara bersama warga desa Duren

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan