URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 85 siswa LPK Serbaindo Salatiga diwisuda di Laras Asri, Kamis (16/4/2026), di tengah meningkatnya peluang kerja ke Jepang. Lulusan bersertifikasi bahasa Jepang N3 diminati sektor caregiver, didorong perubahan visa kerja dan tingginya permintaan tenaga asing, dengan potensi gaji di atas Rp16 juta.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kondisi Ekonomi Lesu, LPK Serbaindo Justru Sukses Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Kondisi Ekonomi Lesu, LPK Serbaindo Justru Sukses Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Kondisi Ekonomi Lesu, LPK Serbaindo Justru Sukses Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Wisuda LPK Serbaindo ke 13 di hotel Laras Asri Salatiga (Foto Arief Rasika(
featured-img

SALATIGA – Hal ini terungkap saat wisuda ke-13 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo Salatiga di Ballroom Laras Asri, Kamis (16/4/2026). Tangis pecah saat puluhan siswa memeluk orang tua mereka. Namun di balik momen emosional itu, tersimpan cerita lain: ditengah perekonomian yang lesu, ternyata saat ini peluang kerja ke Jepang justru kian terbuka lebar.

Sebanyak 85 siswa diwisuda. Sebagian di antaranya telah mengantongi sertifikasi bahasa Jepang level N3, standar kompetensi yang kini banyak diburu perusahaan di Negeri Sakura.

kepada rasikafm.com CEO Serbaindo Group, Iman Abdul Rahman, mengatakan tren permintaan tenaga kerja dari Jepang terus meningkat, terutama untuk sektor keperawatan (caregiver). Kondisi ini bahkan berbanding terbalik dengan sejumlah sektor industri di dalam negeri yang tengah melambat.

“Permintaan justru naik. Sekali job order bisa 150 orang. Ini peluang yang harus dimanfaatkan,” ujar Iman.

Ia menilai, Jepang sedang berada pada fase membutuhkan tenaga kerja asing dengan kualitas lebih tinggi. Perubahan skema visa kerja—yang akan menggantikan sistem magang—menjadi salah satu pemicunya.

Dalam skema baru tersebut, kemampuan bahasa dan kesiapan kerja menjadi syarat utama. Karena itu, lulusan dengan level N3 dinilai memiliki posisi tawar lebih kuat.

“Dari sisi penghasilan juga berbeda. Level N3 bisa di atas Rp16 juta, lebih tinggi dari N4,” katanya.

Menurut dia, keunggulan lulusan Serbaindo tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga sikap kerja dan kedisiplinan. Dalam sejumlah pelatihan lanjutan di Jepang, mereka kerap dipercaya menjadi pemimpin di antara peserta dari berbagai negara.

“Sering kali mereka jadi leader di training center. Ini yang membuat citra mereka cukup kuat di perusahaan Jepang,” ujarnya.

Fenomena ini ikut membentuk semacam “branding” tersendiri. Bahkan, beberapa lulusan disebut sempat mendapat sorotan media Jepang hingga tampil di televisi nasional.

Di sisi bisnis, peningkatan permintaan tenaga kerja ini membuka ruang ekspansi. Serbaindo mulai memperkuat ekosistemnya, termasuk mendorong kolaborasi dengan alumni yang telah bekerja di Jepang.

Hingga saat ini, lebih dari 800 tenaga kerja telah diberangkatkan. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut diperkirakan menembus 1.000 orang.

Kondisi ini menunjukkan, ketika sebagian sektor domestik menghadapi tekanan, pasar kerja global justru menawarkan peluang baru—terutama bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan standar internasional.

Iman Abdul Rahman saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved