URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Salatiga menggelar latihan kesiapsiagaan penanganan gangguan kamtibmas di depan Kantor Pemkot Salatiga, Kamis (23/4/2026), dengan skenario unjuk rasa hingga ricuh. Kegiatan ini melibatkan Forkopimda untuk menguji kesiapan personel, koordinasi lintas sektor, serta memastikan respons cepat sesuai prosedur dalam menghadapi potensi eskalasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadapi Mayday, Polres Salatiga Siap! Sudah Gelar Latihan di Hadapan Forkopimda

Hadapi Mayday, Polres Salatiga Siap! Sudah Gelar Latihan di Hadapan Forkopimda

Hadapi Mayday, Polres Salatiga Siap! Sudah Gelar Latihan di Hadapan Forkopimda

Anggota polres Salatiga saat Gelar latihan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polres Salatiga menggelar Latihan Lapangan Kesiapan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Berimplikasi Kontinjensi yang dilaksanakan di wilayah hukum Kota Salatiga, dengan disaksikan langsung oleh unsur Forkopimda, di depan Kantor Pemerintah Kota Salatiga Jalan Letjend Sukowati Salatiga, Kamis, 23/04/2026.

Kegiatan latihan ini mengangkat skenario aksi unjuk rasa oleh pedagang Pasar Raya Salatiga yang menolak kebijakan Pemerintah Kota. Massa bergerak berjalan kaki menuju Kantor Pemerintah Kota Salatiga untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam simulasi tersebut, situasi awal berlangsung kondusif. Namun, setelah penyampaian aspirasi, sebagian massa yang tidak puas mulai terprovokasi sehingga memicu terjadinya kerusuhan. Menyikapi eskalasi tersebut, Polres Salatiga secara sigap melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, dengan penerapan tahapan eskalasi mulai dari kondisi hijau, kuning hingga merah.

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan latihan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang dapat berkembang menjadi situasi kontinjensi.

“Latihan ini kami laksanakan sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan Polres Salatiga dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Dinamika situasi di lapangan dapat berkembang dengan cepat, sehingga diperlukan kemampuan personel yang terlatih, responsif, dan profesional,” jelas Ade.

Lebih lanjut dijelaskan, latihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menguji kesiapan sistem, pola koordinasi, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel memahami tugas dan perannya masing-masing, mulai dari tahap pencegahan, penanganan, hingga pemulihan situasi apabila terjadi eskalasi,” jelas Kapolres.

Dalam skenario latihan, berbagai potensi gangguan kamtibmas disimulasikan secara realistis, mulai dari aksi unjuk rasa yang berpotensi anarkis hingga situasi kontinjensi lainnya yang memerlukan penanganan terpadu. Kapolres juga menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Latihan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi tersebut,” tegasnya.

Terkait kesiapan, Kapolres Salatiga memastikan bahwa secara umum personel dan sarana prasarana Polres Salatiga dalam kondisi siap.

“Alhamdulillah, dari hasil latihan ini terlihat bahwa kesiapan personel cukup baik. Namun demikian, evaluasi tetap akan kami lakukan untuk penyempurnaan ke depan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, hasil dari latihan ini akan dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan efektivitas penanganan situasi di lapangan.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun taktis, sehingga ke depan kesiapan kami semakin optimal,” ujarnya

Walikota Salatiga Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Latihan Kontijensi yang dilaksanakan Polres Salatiga, pelaksanaan latihan sudah berjalan sangat baik, kita berharap apabila ada masaa aksi unjuk rasa tidak keras seperti massa saat ini.

“Badannya kekar-kekar dan sangat keras” kelakar Walikota Salatiga.

Di akhir pernyataannya, Kapolres Salatiga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Salatiga untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.

Peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan damai,” pesannya.

Melalui latihan ini, Polres Salatiga diharapkan semakin siap dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, serta mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah melalui program Sekolah Ramah Anak, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta pelatihan bagi pelajar bersama Polda Jateng. Dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik bullying dan mendorong pelaporan serta pendampingan korban secara berkelanjutan.
Ini Upaya Gubernur Ahmad Luthfi Menuju Zero Bullying di Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak mencari solusi bagi masyarakat pesisir yang terdampak rob dengan menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan budidaya nila salin di lahan terdampak rob agar tetap produktif dan mampu menjaga sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Lahan Terendam Rob, Ahmad Luthfi Langsung Telepon Menteri KKP: Minta Nila Salin untuk Selamatkan Ekonomi Warga
Kalau Ada Pungutan, Laporkan! Pesan Tegas Luthfi untuk Nelayan Jateng
"Kalau Ada Pungutan, Laporkan!" Pesan Tegas Luthfi untuk Nelayan Jateng
SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi- 2
SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar