URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memberikan dukungan penuh kepada Yayasan Santri Ndalan Nusantara (Sandal) yang berencana hendak membangun Pondok Pesantren (Ponpes) di tengah Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang Dukung Yayasan Santri Ndalan Bangun Ponpes di Tengah Kota

Pemkot Semarang Dukung Yayasan Santri Ndalan Bangun Ponpes di Tengah Kota

Pemkot Semarang Dukung Yayasan Santri Ndalan Bangun Ponpes di Tengah Kota

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminnudin mendukung pembangunan Ponpes Yayasan Santri Ndalan (Sandal) di tengah Kota Semarang.
featured-img

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memberikan dukungan penuh kepada Yayasan Santri Ndalan Nusantara (Sandal) yang berencana hendak membangun Pondok Pesantren (Ponpes) di tengah Kota Semarang.

Rencananya, Ponpes tersebut akan didirikan di Jalan Taman Pleburan No. 8, Kecanatan Semarang Selatan Kota Semarang. Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminnudin mengatatakan sangat mengapresiasi terkait pembangunan ponpes tersebut.

“Yang jelas, Pemkot sangat mendukung dan mengapresiasi terhadap aktifitas yang direncanakan oleh Sandal dalam membangun Ponpes itu. Karena selama ini, mereka berkegiaatan memberi pembinaan dari sisi Agama Islam dengan cara nempel di masjid-masjid di Kota Semarang,” ungkap Iswar, Senin (24/10/2022).

Dirinya menjelaskan, Sandal merupakan pesantren yang unik. Banyak latar belakang santri di Sandal yang memiliki karakter.

“Ini merupakan pesantren yang unik, selain terletak di tengah kota Semarang, latar belakang para santri yang diasuh oleh Gus Huda ini cukup beraneka ragam,” jelas Iswar yang juga merupakan Pembina Yayasan Sandal.

Disisi lain, Iswar juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berdonasi dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk diwakafkan dalam membangun Ponpes Sandal.

“Mari ajak saudara-saudara untuk berdonasi pembangunan Ponpes Sandal. Tujuanya adalah agar teman-teman dapat beraktifitas di satu tempat yang lebih baik sehingga dapat melakukan syar yang lebih maksimal,” tandas Iswar.

Diketahui, Santri Ndalan Nusantara (Sandal) sudah mengajak anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang ‘punya masalah’ untuk bisa menimba ilmu mengenai Agama Islam. Santri di pesantren ini terdiri dari beraneka latar belakang seperti preman, mantan napi, peminum, pemabuk, hingga pengguna narkoba, dan lain sebagainya.

Untuk info Donasi, dapat menghubungi 081227777050/085229696931. Atau bisa lewat Instagram @santrindalannusantara, Facebook : Santri Ndalan, Santrindalan.id. Untuk rekening melalui: Yayasan Santri Ndalan Nusantara, Bank Mandiri Nomor Rekening 1350051151114.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved