RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pilkades Serentak, Bupati Semarang: Waspadai Isu Politik Identitas!

Pilkades Serentak, Bupati Semarang: Waspadai Isu Politik Identitas!

Pilkades Serentak, Bupati Semarang: Waspadai Isu Politik Identitas!

UNGARAN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 24 desa di Kabupaten Semarang akan dilaksanakan pada Minggu (30/10/2022). Sejumlah persiapan sudah dilaksanakan mulai dari panitia penyelenggara hingga aparat keamanan.

Bertempat di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, Linmas dan instansi terkait lainnya mengikuti Apel Pergerakan Pasukan Pengamanan TPS Pilkades Serentak Kabupaten Semarang Tahun 2022, Rabu (26/10/2022).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam sambutannya saat memimpin apel menyampaikan seluruh pihak hendaknya bisa berwaspada dan mengantisipasi kemungkinan adanya penyebaran isu politik identitas, berita hoaks dan ujaran kebencian (hate speech) jelang pelaksanaan Pilkades.

“Hal itu bisa memecah belah persatuan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan Ngesti, langkah pengamanan Pilkades sudah sering dilaksanakan. Meski demikian ia menegaskan hal itu tidak boleh dianggap biasa sehingga menjadi sesuatu yang sepele yang bisa mengurangi tingkat kesiapan dan kewaspadaan.

“Sebaliknya harus dijabarkan sebagai kegiatan yang penting dan disikapi serius. Sehingga iklim kamtibmas yang kondusif dapat dipertahankan,” terangnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini juga berpesan kepada seluruh personel pengamanan yang terlibat untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Caranya dengan mengenali wilayah, menguasai cara bertindak, menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik, dan menghindari sikap dan tindakan yang tidak simpatik, arogan, dan sewenang-wenang.

“Jika harus bertindak tegas, maka sesuaikan dengan SOP dan aturan hukum yang berlaku. Sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun terhadap hal-hal yang bisa mengganggu jalannya Pilkades,” tegasnya.

Kepada panitia pelaksana Pilkades ia juga berpesan untuk bersikap netral. Jangan sampai ada yang mendukung salah satu calon kades tertentu, yang bisa menimbulkan persepsi tertentu.

“Kemarin juga sudah dilaksanakan deklarasi damai, tentunya kita berharap agar pelaksanaan Pilkades berjalan lancar, kondusif, sukses tanpa ekses. Siapapun yang menang harus diterima, karena itu pilihan masyarakat,” sambungnya.

Sementara Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika menuturkan pihaknya telah memetakan daerah mana saja yang termasuk zona merah, kuning dan hijau sesuai klasifikasi tingkat kerawanan masing-masing.

“Khusus yang masuk zona merah, kami siapkan secara intens strategi pengamanannya. Termasuk rayonisasi pengamanan jika suhu kontestasinya tinggi,” urainya.

Sebagai langkah pendukung, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres tetangga untuk membantu pengamanan selain dibackup oleh Sat Brimob Polda Jateng.

“Total personel yang terlibat ada 1.511 terdiri dari TNI, Polri dan Linmas. Insyaallah kita siap mengamankan Pilkades serentak tahun 2022,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Pilkades serentak kali ini diikuti oleh 71 calon kades di 24 desa. Jumlah total pemilih yang akan mengikuti pesta demokrasi ini mencapai 83.135 orang yang tersebar di 181 TPS. (win)

 

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana