RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tak Bawa Uang Saat Isi BBM, Pengemudi Pikap Kabur Terobos Gerbang Tol dan Tabrak Ibu Hamil

Tak Bawa Uang Saat Isi BBM, Pengemudi Pikap Kabur Terobos Gerbang Tol dan Tabrak Ibu Hamil

Tak Bawa Uang Saat Isi BBM, Pengemudi Pikap Kabur Terobos Gerbang Tol dan Tabrak Ibu Hamil

UNGARAN – Hendy Hermawan (47) warga Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang harus berurusan dengan pihak Sat Reskrim Polres Semarang. Akibat perbuatannya, ia disangkakan pasal 312 jo 310 UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Penyebab ia harus berurusan dengan aparat yang berwajib adalah tindakan melanggar lalu lintas dan membahayakan pengendara yang lain serta mengakibatkan kerusakan.

Kronologi peristiwa yang terjadi bermula saat ia mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Sukun, Banyumanik. Ia yang mengemudikan mobil pikap Daihatsu DD 8933 RN tiba-tiba kabur usai mengisi BBM tanpa melakukan pembayaran.

“Saat itu yang bersangkutan bilang mau mengambil uang di ATM. Tapi ternyata justru keluar area SPBU dan dikejar oleh pegawai,” ungkap Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dalam keterangannya di kantor Sat Lantas Polres Semarang, Rabu (26/10/22) sore.

Saat dikejar itulah yang bersangkutan semakin panik dan menambah kecepatan mobilnya. Sesampainya di traffic light (TL) Jalan Gatot Soebroto Ungaran atau tepatnya di perempatan Assalamah, menabrak sebuah mobil Toyota Sienta H 1186 YR yang dikemudikan seorang ibu hamil.

“Jadi posisi lampu TL menyala merah, yang bersangkutan nekat tancap gas dan menabrak mobil di depannya. Alhamdulillah si ibu hamil tidak mengalami luka. Setelah itu ia kabur ke Jalan Ahmad Yani dan menabrak sepeda motor di perempatan KPU,” urainya.

Tak berhenti sampai di situ, yang bersangkutan kabur dan masuk ke gerbang tol (GT) Ungaran menuju arah Semarang. Saat akan melakukan tapping kartu tol di GT Banyumanik, ia nekat menerobos palang tol dan sempat menyerempet petugas tol saat hendak dihentikan.

“Kami lalu bentuk tim gabungan antara Reskrim dan Lantas. Yang bersangkutan berhasil diamankan di rumahnya pada Selasa (25/10/2022) malam,” paparnya.

Yovan menambahkan, terhadap pelaku tidak dilakukan penahanan sebab dilaksanakan restorative justice sehingga hanya dikenakan wajib lapor.

“Bagi yang merasa menjadi korban tabrak lari, silakan melapor. Sebab di rekaman CCTV terlihat yang bersangkutan sempat menabrak beberapa kendaraan,” imbuhnya.

Sementara itu Manager Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ) Husni mengatakan kerusakan pada GT Banyumanik yang diakibatkan yang bersangkutan tidak parah, sehingga pihaknya tidak meneruskan ke jalur hukum.

“Kami mengetahui setelah melihat CCTV ada beberapa motor yang masuk tol. Sehingga di seluruh pintu keluar kami jaga. Saat itu lah pelaku memaksa menerobos GT Banyumanik. Alhamdulillah petugas kami yang sempat diserempet juga tidak mengalami luka serius,” ujarnya. (win)

 

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana