URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kirab merah putih diadakan di Kota Semarang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2022 yang jatuh setiap tanggal 10 November.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kirab Merah Putih untuk Memperingati Hari Pahlawan di Kota Semarang

Kirab Merah Putih untuk Memperingati Hari Pahlawan di Kota Semarang

Kirab Merah Putih untuk Memperingati Hari Pahlawan di Kota Semarang

featured-img

SEMARANG – Kirab merah putih diadakan di Kota Semarang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2022 yang jatuh setiap tanggal 10 November. Kegiatan ini dimulai dari Balai Kota Semarang, melewati Jalan Pemuda lalu berakhir di Simpang Lima Semarang.

Para peserta yang mayoritas pelajar mulai dari SMP, SMK dan SMK, berjalan dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 1001 meter dan Garuda Pancasila setinggi 4 meter serta 700 meter Bendera Majapahit. Personel dari TNI-Polri dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) juga ikut serta mensukseskan acara tersebut.

Ketua acara Kirab Merah Putih, Adhi Siswanto mengatakan, tema yang diusung dalam kegiatan Kirab Merah Putih di Kota Semarang ini yaitu “Harmoni Nusantara Bangkit Jawa Tengah Mengukir Sejarah”. Menurutnya, kegiatan ini harus rutin dilakukan sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan kepada pahlawan.

“Kami memperingati Hari Pahlawan juga kami bertujuan meningkatkan rasa kebangsaan kepada generasi penerus dan menumbuh kembangkan nasionalisme dan patriotisme,” ujarnya disela-sela kegiatan bersama wartawan.

Dirinya menjelaskan, bendera yang dibentangkan ini adalah simbol kebesaran bangsa. Oleh karena itu, ini adalah wujud generasi muda dalam menjaga kebangsaan.

“Ini merupakan simbol karena bendera merah putih ada ruh kebangsaan yang besar yang pertama kehormatan bangsa, jatidiri bangsa, dan harga diri bangsa. Ya ini harus kita berikan terus pupuk bagi generasi bangsa,” katanya.

Adhi mengaku sebenarnya bendera yang dibawa ini sudah pernah dipakai di Istana Negara dan di Maguwo, Yogyakarta. Dirinya menjelaskan, proses pembuatan bendera ini tentunya menggunakan proses penjahit yang melibatkan 34 Provinsi dan didoakan oleh sejumlah lintas agama.

“1001 memang ada kode dari kirab merah putih ini ya, jadi bagi pusat ini adalah kode kebangsaan bagi kita 1001 meter ini,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, kirab merah putih ini bukan tentang bagaimana bendera merah putih dipegang. Tetapi merupakan contoh pemuda bangsa dalam menjadi cita-cita negara.

“Tapi bagaimana sang pemegang yakni milenial maupun Gen Z ini menjadi contoh bagi generasi lainnya. Nah ini bisa menjadi contoh pemuda-pemuda ini bisa menjadi pemuda yang hebat,” bebernya. .

Menurutnya, tugas pahlawan saat ini semakin kompleks dan banyak hal yang harus disikapi.

“Yang mana hal-hal tadi jangan sampai ada di Indonesia khusunya di kota Semarang. Kami berharap dengan anak-anak muda tadi bisa mendalami dan tidak hanya memegang bendera saja,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved