URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan bakal melakukan mediasi konflik yang terjadi di lingkungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

featured-img

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan bakal melakukan mediasi konflik yang terjadi di lingkungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang. Diketahui, ada permasalahan antara Relawan Donor Darah dan Karyawan yang meminta Pimpinan PMI Kota Semarang untuk mengundurkan diri karena dianggap arogansi.

Plt Wali Kota Semarang Hevrarita G Rahayu meminta semua pihak untuk menahan diri terkait permasalahan yang ada. Dirinya juga berharap permasalahan ini bisa segera selesai dengan diskusi.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait: ” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Mediasi dulu masak langsung disuruh mundur kan kita tidak ngerti masalahnya apa. Apalagi PMI bukan domainnya Pemerintah Kota tapi kita partner kolega sehingga kita coba mediasi ada apasih kita akan cari jalan terbaik,” ujar Ita sapaan akrabnya saat ditemui di Hotel Gumaya, Selasa (27/12/2022).

Lebih lanjut, Ita mengaku belum mengetahui konflik yang terjadi di lingkungan PMI Kota Semarang. Namun, dari informasi yang ia dapat, diduga ada masalah fasilitas yang dikurangi untuk karyawan dan relawan.

“Saya semalam dikirimin ada berita semacam rilis saya belum tahu permasalahnnya apa memang dari karyawan dan relawan kalau tidak salah ada masalah fasilitas yang dikurangi dan ini nanti saya akan mencoba untuk berkomunikasi,” tuturny.

“Nanti kita coba komunikasi istilahnya kita belum tahu yang bener tu mana dan pasti semua pihak merasa benar,” bebernya.

Disis lain, Ita juga berharap masalah ini cepat selesai. Dirinya meminta ketika ada konflik untuk didiskusikan bersama.

“Kami akan mencoba untuk mengobrolkan bersama yang baik apasih yang menjadi permaslaahan. Gak usah diumbar gak usah dibuka kita duduk membahas bersana mudah-mudahan mendapat solusi yang terbaik,” imbuhnya.

Sebelumnya, relawan sangat kecewa karena pimpinan PMI Kota Semarang menghilangkan fasilitas untuk para pedonor. Fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi sukarelawan juga dikurangi.

Tak hanya itu, sekarang sertifikat pendonor darah didigitalkan dan dikirim melalui aplikasi Whatsap. Pertemuan atau gathering yang rutin dilakukan sekali setahun juga ditiadakan. Karena hal ini, ratusan relawan membuat surat pernyataan sikap mengeluhkan banyak kebijakan pimpinan PMI yang merugikan anggota PMI Kota Semarang.

“Sekarang souvenir seperti mug, kaos, kalender itu dihilangkan. Fasilitas kesehatan juga dihilangkan padahal dulu ada fasilitas kesehatan khusus untuk pendonor. Mulai ada masalah sejak kepimpinan yang baru, kalau yang dulu tidak ada masalah,” ujar Yoga salah satu relawan saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Anggota Komite Etik PMI Kota Semarang, Wiwit Rejanto mengatakan, pihaknya telah menerima surat pernyataan sikap yang dibuat relawan. Rencananya kedua belah pihak yakni relawan dan pimpinan PMI Kota Semarang juga akan dipanggil dalam rapat pleno. Keduanya akan dimintai klarifikasi terkait permasalahan yang sedang terjadi.

“Iya (laporan sudah diterima), komite etik juga dapat tembusan dari relawan, karena tembusannya banyak, dari ranting dari pusat, provinsi, wali kota. Tanggal 27 Desember 2022 besok akan ada rapat pleno membahas ini,” terangnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum