RASIKAFM. COM|SALATIGA – Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Muhammmad Arifin Suryani mengaku telah mendapatkan informasi pelecehan seksual itu. Pihaknya juga telah mendatangkan unit PPA untuk melakukan pendampingan terhadap korban.
“Kami sudah melakukan langkah jemput bola, dengan menghubungi orang tua atau korban. tetapi dari korban saat kami berupaya untuk meminta keterangan, masih trauma. Belum bisa memberikan keterangan apapun,” jelas AKP Arifin.
Dikatakan setelah melakukan komunikasi, ibu korban melakukan aduan kepada Satreskrim polres Salatiga pada Rabu (1/2/2023) malam, Adanya aduan tersebut pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan terhadap lingkungan sekitar.
“Namun karena memang kondisi pagi hari dan minimnya alat bukti yang kami temui sampai saat ini kami masih perlu pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.
Arifin mengaku sampai saat ini pihaknya belum menemukan CCTV di sekitar lokasi. Namun pihaknya berupaya untuk mencari CCTV sampai ke ujung jalan. Sementara korban sampai saat ini masih mengalami traumatis.
“Sampai saat ini korban masih merasakan trauma,” ungkapnya.
Atas kejadian itu Arifin mengimbau warga terutama remaja yang melakukan aktivitas di pagi hari, maupun sore hari menjelang petang jangan sendirian.
“Harus ada orang atau teman minimal dua orang. Jangan membawa barang-barang berharga seperti handphone dan yang lainnya. Sehingga meminimalisir terjadinya kejahatan di jalanan,” tandas Kasat Reskrim.
Seperti diketahui kasus Pelecehan seksual yang menyasar perempuan meresahkan warga Kota Salatiga. Menyusul adanya korban yang merupakan seorang pelajar di Argomulyo, Kota Salatiga.
Orang tua korban EO mengatakan kejadian bermula saat korban sedang joging pada Selasa (31/1/2023) sekitar pukul 05.15 WIB di jalan Mertani.
“Saat itu anak saya sedang jogging sendirian, di belakangnya ada juga seorang bapak yang jogging,” jelasnya.
Namun tiba-tiba ada pelaku yang mengendarai sepeda motor dan langsung memegang pantat anaknya . Kemudian pelaku langsung melarikan diri. Hal itu membuat korban mengalami syok.
“Pelaku diduga memakai sepeda motor matic knalpot brong dan helm. Kalau secara detail memang anak saya tidak mengetahui, karena setelah dilecehkan itu dia merasa syok,” ungkap EO.
