[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang warga Dusun Talok, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang ditemukan tewas di rumah kosong. Polisi memastikan kejadian tersebut merupakan bunuh diri. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Desa Kenteng Ditemukan Tewas Gantung Diri Pakai Sarung

Warga Desa Kenteng Ditemukan Tewas Gantung Diri Pakai Sarung

Warga Desa Kenteng Ditemukan Tewas Gantung Diri Pakai Sarung

RASIKAFM.COM | UNGARAN – BK (19), seorang warga Dusun Talok, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang ditemukan tewas di sebuah rumah kosong, Kamis (2/2/2023) sekira pukul 07.30 WIB. Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan kain sarung yang diikatkan pada kayu blandar teras rumah.

Kapolsek Susukan AKP Yanto mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang warga yang hendak mengambil nira dari pohon kelapa tak jauh dari rumah kosong tersebut.

“Melihat kejadian tersebut, saksi turun dari pohon kelapa selanjutnya memberitahukan kepada Kepala Desa Kenteng dan diteruskan ke Polsek Susukan,” ungkapnya dalam rilis, Jumat (3/2/2023).

Selanjutnya personel Polsek Susukan yang mendapatkan laporan segera mendatangi lokasi bersama pihak Puskesmas setempat untuk melaksanakan olah TKP dan memeriksa kondisi tubuh korban.

Petugas dari Polsek Susukan dibantu Koramil Susukan membantu menurunkan korban gantung diri di sebuah rumah kosong, Dusun Talok, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kamis (2/2/2023). (Foto/ dok. Humas Polres Semarang)

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi di sekitar TKP, kesimpulan awal kejadian tersebut murni bunuh diri, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Pihak Polsek Susukan kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan diperkuat surat pernyataan dari pihak keluarga korban untuk tidak dilakukan autopsi.

“Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (win)

https://youtube.com/shorts/mmlm-XFfRSY

 

 

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px