Semarang – Dalam keterangan persnya Amien Rais mengatakan saat ini Sejumlah politikus mendengungkan tentang bahaya yang dapat muncul jika politik identitas dimanfaatkan dalam pemilihan presiden yang akan datang. Namun, Partai Ummat menyatakan pilihannya menggunakan identitas keagamaan dalam Pemilu 2024, karena dunia politik tidak dapat dipisahkan dari agama.
Amien Rais juga mengatakan bahwa dalam Rakernas sebelumnya sudah membuat keputusan untuk memilih Anies Baswedan sebagai tokoh yang akan didukung menjadi presiden 2024 mendatang. Meskipun demikian Partai Ummat belum memutuskan apakah akan bergabung dengan koalisi partai pendukung anies tersebut.
Sementara ketua Umumnya Ridho Rahmadi mengatakan bahwa selama ini, istilah politik identitas sering disalahartikan oleh sejumlah pihak demi menyudutkan partai-partai yang secara terang-terangan menggunakan politik identitas.
Ridho menyampaikan pendapatnya bahwa politik tak bisa dipisahkan dari agama. “Kalau kita pisahkan dari politik, maka politik kita yang tanpa arah, politik yang nanti referensinya kebenaran yang relatif situasional,” ujar Ridho.
Atas dasar itu, Ridho berani menyebut Partai Ummat menganut politik identitas. Menurut Ridho, politik identitas adalah politik yang Pancasilais.

sebelumnya dihadapan para kader Ridho meminta untuk merapatkan barisan, bersiap menghadapi Pemilu 2024. Kader-kader Partai Ummat akan diusung sebagai caleg dengan target perolehan 1 dapil 1 caleg.
Ketua DPW Jawa tengah Husein Alamsyah mengatakan sudah menyiapkan strategi untuk menjaring simpatisan dan pemilih dari kaum millenial karena 60 persen pemilih adalah golongan millenial, selain itu adalah level menengah keatas sesuai arahan Dewan syuro dan ketua Umumnya.
“Karena level menengah keatas ini harus diberikan kesadarannya bahwa ada sesuatu di negara ini yang harus bersama-sama dijaga dan dikembalikan tracknya” Tukas Husein.