KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Siswa Lebah Putih & Arunika Salatiga Menggugat Cara Pandang Pendidikan

Siswa Lebah Putih & Arunika Salatiga Menggugat Cara Pandang Pendidikan

Siswa Lebah Putih & Arunika Salatiga Menggugat Cara Pandang Pendidikan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Di tengah dominasi pembelajaran yang masih berfokus pada hafalan dan capaian akademik semata, sekelompok siswa dari kelas 4, 5, dan 7 di Kota Salatiga justru menghadirkan pendekatan berbeda. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga “menggugat” cara kita selama ini memaknai pendidikan.

Melalui aksi nyata berbasis riset, empati, dan solusi.

Dalam audiensi yang diselenggarakan di TWSS (Taman Wisata Sejarah Salatiga) akhir bulan April 2026 lalu, bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Salatiga, Henni Mulyani, para siswa menyampaikan hasil pembelajaran mereka yang berangkat dari kehidupan sehari-hari: budaya lokal dan kuliner khas kota mereka sendiri.

Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata

Alih-alih sekadar menerima materi, siswa terlibat langsung dalam proses: mengamati, mewawancarai, menganalisis, hingga merumuskan solusi. Proses ini menjadi kritik halus terhadap praktik pendidikan yang sering kali terputus dari realitas.

Tim pertama mengangkat budaya lokal seperti drumblek dan cimpleng yang ironisnya belum banyak dikenal oleh masyarakat Salatiga sendiri. Mereka tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi menawarkan solusi yang relevan dengan zaman:

  • Pengembangan game berbasis budaya lokal
  • Integrasi pembelajaran budaya dalam kurikulum sekolah secara lebih kontekstual
  • Tim kedua menyoroti kuliner khas Salatiga. Dari eksplorasi langsung di lapangan, mereka menemukan bahwa kekayaan rasa belum diiringi dengan promosi yang kuat.

Solusi yang ditawarkan menunjukkan pola pikir lintas disiplin:

  • Program food tour edukatif
  • Workshop interaktif bersama pelaku kuliner
  • Pengalaman wisata yang menggabungkan rasa, cerita, dan proses
  • Pendekatan ini menegaskan bahwa belajar tidak berhenti di pengetahuan, tetapi berlanjut pada kontribusi nyata.

Kepala Dinas Pendidikan Henni Mulyani mengapresiasi keberanian dan kedalaman berpikir siswa. Ia menilai bahwa model pembelajaran seperti ini menjadi contoh penting bagaimana pendidikan seharusnya berjalan.

“Anak-anak tidak hanya diajak memahami, tetapi juga dilibatkan dalam memikirkan masa depan kotanya,” ungkapnya.
Beberapa gagasan siswa bahkan selaras dengan program pemerintah, seperti pemanfaatan media publik (videotron dan baliho) untuk promosi budaya, serta penguatan aktivitas di Rumah Budaya Salatiga.

Menggugat Anomali Pendidikan

Kegiatan ini secara tidak langsung menyoroti anomali pendidikan di Indonesia:

  • Pembelajaran yang minim konteks
  • Kurangnya ruang bagi suara dan gagasan siswa
  • Fokus berlebihan pada hasil, bukan proses
  • Melalui pengalaman ini, siswa menunjukkan bahwa ketika diberi ruang, mereka mampu berpikir kritis, peduli, dan solutif.
  • Audiensi ini bukan hanya pertemuan, tetapi momentum refleksi. Bahwa pendidikan bisa—dan seharusnya—menjadi ruang bagi anak untuk terlibat aktif dalam kehidupan nyata.

Dari Salatiga, pesan itu terdengar jelas: belajar bukan sekadar memahami dunia, tetapi juga ikut membentuknya. Generasi muda bukan Cuma belajar untuk kritis dalam berpendapat, namun sekaligus harus mampu menjadi problem solver dalam dunia yang sesungguhnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
28 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Hujan Lebat
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
[pekok2]