KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

FKPPI Jateng Gelar Halal Bihalal di Salatiga, Retno Sebut Siap Dukung TNI Polri

FKPPI Jateng Gelar Halal Bihalal di Salatiga, Retno Sebut Siap Dukung TNI Polri

FKPPI Jateng Gelar Halal Bihalal di Salatiga, Retno Sebut Siap Dukung TNI Polri

Sejumlah pengurus FKPPI Berfoto Bersama

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) se-Jawa Tengah menggelar kegiatan halal bihalal di hotel Wahid Prime Salatiga. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran sosial organisasi di tengah masyarakat.

Kepada rasikafm.com, Ketua FKPPI Kota Salatiga, Fransisca Retno, mengatakan kegiatan ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di luar kota besar seperti Semarang. Salatiga ditunjuk sebagai tuan rumah dalam pertemuan yang dihadiri pengurus FKPPI dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Sebagai tuan rumah tentu kami senang. Ini pertama kalinya kegiatan seperti ini digelar di wilayah selain Semarang, jadi ada pemerataan dan saling mengenal daerah lain,” ujarnya Sabtu (2/5/2026).

Menurut Fransisca, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menyamakan pola pikir sebagai bagian dari keluarga besar putra-putri TNI dan Polri. Ia menegaskan, anggota FKPPI memiliki peran mendukung negara dan aparat keamanan sesuai kapasitas masing-masing.

“Kami mendukung NKRI serta tugas TNI dan Polri, tentu dengan cara kami sendiri di masyarakat. Tidak harus seperti aparat, tapi minimal berperan positif di lingkungan,” kata dia.

Fransisca Retno ketua FKPPI Salatiga

Dalam menjalankan program, FKPPI Salatiga lebih menyesuaikan dengan isu sosial yang berkembang. Kegiatan bakti sosial tetap rutin dilakukan setiap tahun, sementara program lain bersifat fleksibel mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Kalau ada isu seperti stunting, kami ikut terlibat. Jadi lebih ke sosial kemanusiaan, menyesuaikan kondisi yang sedang terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan TNI dan Polri melalui Kodim dan Polres selama ini berjalan baik. FKPPI, kata dia, juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang melibatkan kedua institusi tersebut di daerah.

Untuk jumlah anggota, FKPPI Salatiga tercatat memiliki sekitar 150 orang. Namun, pendataan masih terus diperbarui, khususnya bagi anggota yang merupakan anak dari TNI dan Polri.

Sementara itu, kegiatan halal bihalal tingkat Jawa Tengah ini dihadiri sekitar 160 hingga 180 pengurus. Beberapa pengurus dilaporkan berhalangan hadir karena kondisi kesehatan maupun kendala perjalanan.

Melalui kegiatan ini, FKPPI berharap silaturahmi antaranggota tetap terjaga serta mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang sosial kemasyarakatan di berbagai daerah.

Ketua FKPPI Kota Salatiga, Fransisca Retno.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]