KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Aksi Nyata Hardiknas 2026, Korwilcambidik Tengaran Gelar Calistung, bagi Siswa Kelas 1 dan 2 SD

Aksi Nyata Hardiknas 2026, Korwilcambidik Tengaran Gelar Calistung, bagi Siswa Kelas 1 dan 2 SD

Aksi Nyata Hardiknas 2026, Korwilcambidik Tengaran Gelar Calistung, bagi Siswa Kelas 1 dan 2 SD

Kakorwilcambidik Tengaran, Eko Lesmono, melihat dari dekat pelaksanaan Calistung 2026. Sabtu 2 Mei 2026 (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Masih adanya siswa kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar yang belum bisa membaca dan menulis menjadikan keprihatinan tersendiri bagi guru yang ada diwilayah kecamatan Tengaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Melihat kondisi ini, Korwil Kecamatan Tengaran menggelar tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Karena penguasaan Calistung sejak dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam memahami berbagai mata pelajaran pada jenjang berikutnya. Kegiatan positif ini dilakukan juga dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Kepada rasikafm.com, Kakorwilcambidik Kecamatan Tengaran, Eko Lesmono, S.Pd, M.Pd, menjelaskan lomba Calistung dapat mendorong peningkatan kompetensi dasar siswa secara menyenangkan dan kompetitif. “Lomba Calistung menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan dasar siswa sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar dan berprestasi”. Ujar Eko Lesmono. Sabtu (2.5.2026)

Dirinya mengatakan dengan kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat literasi dan numerasi di lingkungan sekolah dasar, khususnya di wilayah Kecamatan Tengaran.

Menurut Eko, Lomba calistung didasari semangat menguatkan kemampuan literasi numerasi dan dilatarbelakangi masih adanya beberapa anak SD yang belum bisa membaca,menulis berhitung bahkan hingga kelas atas. “Maka kemampuan dasar permulaan calistung di kelas awal fase A perlu dikuatkan. Dengan adanya lomba ini maka semangat guru dan siswa diharapkan semakin meningkat dalam menguasai kemampuan membaca menulis berhitung”. Tambah Eko yang juga ketua PGRI kabupaten Semarang ini.

Eko menambahkan saat ini upaya korwil Tengaran diantaranya penguatan kompetensi guru melalui kombel dan KKG tentang berbagai model membaca menulis permulaan, penambahan jam pembelajaran khusus bimbingan khusus bagi anak yang masih kesulitan calistung, dan lomba calistung untuk lebih memotivasi dan mengapresiasi. Meski demikian, secara umum siswa SD di Tengaran sudah banyak yang bisa calistung, meski diantaranya ada yang belum lancar.

Sementara itu diakhir acara keluar sebagai juara Lomba Calistung kecamatan Tengaran 2026 untuk kelas 1 adalah SDN Barukan 01 juara 1, SDIT Nurul Islam juara 2 dan juara 3 diraih Al Irsyad, sedangkan juara untuk kelas 2, Juara 1 SD karangduren 04, juara 2 SD Al Irsyad, juara 3 sd cukil

Disatu sisi Eko mengklaim jika kegiatan Calistung ini pertama kalinya digelar dikabupaten Semarang

Suasana lomba Calistung Kecamatan Tengaran

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]