URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Korwil Pendidikan Kecamatan Tengaran menggelar tes dan lomba calistung bagi siswa SD di Kabupaten Semarang pada peringatan Hardiknas 2026 guna meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, setelah ditemukan sebagian siswa kelas awal belum menguasai dasar tersebut, melalui penguatan pembelajaran dan kompetisi edukatif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Aksi Nyata Hardiknas 2026, Korwilcambidik Tengaran Gelar Calistung, bagi Siswa Kelas 1 dan 2 SD

Aksi Nyata Hardiknas 2026, Korwilcambidik Tengaran Gelar Calistung, bagi Siswa Kelas 1 dan 2 SD

Aksi Nyata Hardiknas 2026, Korwilcambidik Tengaran Gelar Calistung, bagi Siswa Kelas 1 dan 2 SD

Kakorwilcambidik Tengaran, Eko Lesmono, melihat dari dekat pelaksanaan Calistung 2026. Sabtu 2 Mei 2026 (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Masih adanya siswa kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar yang belum bisa membaca dan menulis menjadikan keprihatinan tersendiri bagi guru yang ada diwilayah kecamatan Tengaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Melihat kondisi ini, Korwil Kecamatan Tengaran menggelar tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Karena penguasaan Calistung sejak dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam memahami berbagai mata pelajaran pada jenjang berikutnya. Kegiatan positif ini dilakukan juga dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Kepada rasikafm.com, Kakorwilcambidik Kecamatan Tengaran, Eko Lesmono, S.Pd, M.Pd, menjelaskan lomba Calistung dapat mendorong peningkatan kompetensi dasar siswa secara menyenangkan dan kompetitif. “Lomba Calistung menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan dasar siswa sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar dan berprestasi”. Ujar Eko Lesmono. Sabtu (2.5.2026)

Dirinya mengatakan dengan kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat literasi dan numerasi di lingkungan sekolah dasar, khususnya di wilayah Kecamatan Tengaran.

Menurut Eko, Lomba calistung didasari semangat menguatkan kemampuan literasi numerasi dan dilatarbelakangi masih adanya beberapa anak SD yang belum bisa membaca,menulis berhitung bahkan hingga kelas atas. “Maka kemampuan dasar permulaan calistung di kelas awal fase A perlu dikuatkan. Dengan adanya lomba ini maka semangat guru dan siswa diharapkan semakin meningkat dalam menguasai kemampuan membaca menulis berhitung”. Tambah Eko yang juga ketua PGRI kabupaten Semarang ini.

Eko menambahkan saat ini upaya korwil Tengaran diantaranya penguatan kompetensi guru melalui kombel dan KKG tentang berbagai model membaca menulis permulaan, penambahan jam pembelajaran khusus bimbingan khusus bagi anak yang masih kesulitan calistung, dan lomba calistung untuk lebih memotivasi dan mengapresiasi. Meski demikian, secara umum siswa SD di Tengaran sudah banyak yang bisa calistung, meski diantaranya ada yang belum lancar.

Sementara itu diakhir acara keluar sebagai juara Lomba Calistung kecamatan Tengaran 2026 untuk kelas 1 adalah SDN Barukan 01 juara 1, SDIT Nurul Islam juara 2 dan juara 3 diraih Al Irsyad, sedangkan juara untuk kelas 2, Juara 1 SD karangduren 04, juara 2 SD Al Irsyad, juara 3 sd cukil

Disatu sisi Eko mengklaim jika kegiatan Calistung ini pertama kalinya digelar dikabupaten Semarang

Suasana lomba Calistung Kecamatan Tengaran

BACA JUGA :

Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon