URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Adelia dan Hilmi, pelajar SMK Negeri di Jawa Tengah, merasa bangga bisa berbagi kisah pribadi di hadapan Presiden Joko Widodo yang mengunjungi sekolah gratis yang digagas oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Hilmi menceritakan kepada Presiden betapa bangganya bisa bersekolah di SMKN Jateng, terutama karena ayahnya seorang buruh bangunan yang pernah membuatnya merasa ragu tentang melanjutkan pendidikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dengan Bangga, Dua Pelajar SMKN Jateng Bercerita di depan Presiden Jokowi

Dengan Bangga, Dua Pelajar SMKN Jateng Bercerita di depan Presiden Jokowi

Dengan Bangga, Dua Pelajar SMKN Jateng Bercerita di depan Presiden Jokowi

Foto: Humas Pemprov Jateng
Dua pelajar SMK Negeri Jawa Tengah, Adelia dan Hilmi, berkesempatan berbincang langsung dengan Presiden Joko Widodo di Semarang, Rabu (30/8/2023).
featured-img

Semarang – Dua pelajar SMK Negeri di Jawa Tengah, Adelia dan Hilmi, merasa sangat bangga dapat berbagi cerita pribadi di hadapan Presiden Joko Widodo yang sedang mengunjungi sekolah gratis yang diinisiasi oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Senang banget, deg-degan juga bisa bercerita di hadapan Pak Jokowi. Saya gak menyangka, ini kesempatan paling berharga buat saya,” kata Adelia di Semarang, Rabu.

Ia menceritakan bahwa dirinya anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan tragis.

“Tadi saya cerita tentang kecelakaan saya. Waktu itu saya naik mobil bersama bapak, ibu, adik, dan paman. Saat terjadi kecelakaan, bapak, ibu, adik dan paman semuanya meninggal. Hanya saya yang selamat,” ujarnya sambil menahan tangis.

Kendati demikian, musibah itu tidak membuat Adelia putus asa, meskipun sempat kebingungan mau melanjutkan pendidikan hingga akhirnya diterima bersekolah di SMKN Jateng semi-asrama di Kabupaten Demak.

“Saya senang bisa sekolah di sini secara gratis. Tadi saya juga cerita ke Pak Jokowi kalau saya mau jadi polwan,” katanya.

Hal senada disampaikan Hilmi, siswa SMKN Jateng lainnya yang baru lulus itu, bercerita tentang pengalaman sekolah di tempat tersebut menggunakan bahasa Jepang.

“Tadi saya menceritakan, saya di sini alumni yang sedang belajar bahasa Jepang. Nanti di akhir ada tes masuk beasiswa di Takayama College di Jepang. Saya cerita pakai bahasa Jepang dan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Saat bercerita, dirinya melihat respons Presiden Jokowi yang terlihat bangga sambil sesekali manggut-manggut, tersenyum, dan kemudian bertepuk tangan.

“Pak Jokowi kelihatan senang banget, ekspresinya bangga dan tepuk tangan. Itu suatu penghargaan buat saya,” katanya.

Kepada Jokowi, ia juga menceritakan betapa bangga bisa bersekolah di SMKN Jateng karena bapaknya hanya seorang buruh bangunan sehingga sempat membuat pesimistis bisa melanjutkan sekolah.

“Ya tadi cerita itu, bagaimana saya senang bisa sekolah di sini, full mendapat beasiswa mulai asrama, makan, seragam semuanya gratis. Tadi juga saya sampaikan terima kasih pada Pak Ganjar yang telah mendirikan SMKN Jateng ‘boarding school’ (sekolah berasrama) gratis untuk siswa miskin seperti saya,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke SMKN Jateng dengan didampingi Ibu Negara Iriana, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Presiden Jokowi mengapresiasi keberadaan SMKN Jateng yang dikhususkan para pelajar dari keluarga yang tidak mampu dengan biaya sepenuhnya ditanggung Pemprov Jateng.

“Saya kira ini sebuah inisiatif yang sangat bagus dari Pak Ganjar. Dulunya ini gedung BLK, kemudian digeser jadi SMK dan khusus untuk keluarga miskin. Jadi ini cara menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kemiskinan,” kata dia.

Program itu, kata dia, bagus karena khusus untuk anak kurang mampu dan tidak dipungut biaya. Justru, siswa yang belajar di sekolah itu dibiayai oleh Pemprov Jateng, seperti seragam, sepatu, dan makan.

“Karena ini ‘boarding school’ ya, jadi sangat bagus. Ini bisa diperluas di provinsi yang lain untuk keluarga yang tidak mampu. Nanti Pak Mendikbud biar ke sini, kalau menurut saya bisa (diterapkan ke nasional, red.). Saya melihat bagus,” ujar Jokowi.

BACA JUGA :

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga