URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelajar dari SMKN 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, menciptakan prototipe mobil listrik yang menarik perhatian Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Diberi nama XSATA EV Estima, mobil ini merupakan hasil kerjasama antara SMKN 1 Tengaran dan PT Estima, yang menunjukkan potensi inovasi yang luar biasa di kalangan siswa

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bikin Bangga! Pelajar SMKN 1 Tengaran Ciptakan Prototipe Mobil Listrik

Bikin Bangga! Pelajar SMKN 1 Tengaran Ciptakan Prototipe Mobil Listrik

Bikin Bangga! Pelajar SMKN 1 Tengaran Ciptakan Prototipe Mobil Listrik

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjajal prototipe mobil listrik karya pelajar SMKN 1 Tengaran jurusan TKR, Rabu (18/10/2023).

Foto: IST

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjajal prototipe mobil listrik karya pelajar SMKN 1 Tengaran jurusan TKR, Rabu (18/10/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pelajar SMKN 1 Tengaran, Kabupaten Semarang jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) berhasil menciptakan prototipe mobil listrik. Tak ayal hal itu membuat Bupati Semarang Ngesti Nugraha terpukau hingga tertarik menjajal kendaraan itu.

Ditemui usai membuka kegiatan ekspo karya siswa dan bursa kerja di kompleks SMKN 1 Tengaran pada Rabu (18/10/2023), Ngesti mengapresiasi dan merasa bangga atas kreasi para pelajar tersebut.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :”  order=”ASC”]

“Kreasi dan inovasi para siswa harus didukung agar semakin maju. Kerja sama dengan industri dan pihak ketiga dapat dilakukan untuk kemajuan bersama,” kata Ngesti.

Sementara Kepala SMKN 1 Tengaran Farida Fahmalatif mengatakan, prototipe mobil listrik itu dinamakan XSATA EV Estima dan dirancang atas kerjasama SMKN 1 Tengaran dengan PT Estima sebagai media pembelajaran siswa.

“Perakitan komponen dan body kendaraan dilaksanakan di sekolah dengan melibatkan siswa,” ungkapnya.

Dijelaskan Farida, mobil ini memiliki spesifikasi daya 15 ribu watt, input 144 direct current (dc) volt, daya jelajah 60 km, serta penggerak motor ac 60 volt/ac.

“Kecepatan maksimal bisa mencapai 60-70 km/jam,” terangnya.

Sedangkan terkait dengan kegiatan job fair, Farida menambahkan terdapat 28 perusahaan mitra yang terlibat. Mereka menawarkan setidaknya seribu lowongan pekerjaan.

“Job fair ini merupakan keharusan yang dilaksanakan SMKN 1 Tengaran sebagai SMK pusat unggulan,” terangnya.

Sedangkan ekspo karya siswa berasal dari enam jurusan yang ada. Diantaranya tata boga, tata busana, rekayasa perangkat lunak dan teknik kendaraan ringan. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan