URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Yohanes Dwi Wibowo, seorang pengrajin katapel di Salatiga, sukses meraih perhatian pasar internasional dengan karyanya yang unik. Dibuat secara manual, katapel-katapelnya menawarkan karakteristik yang unik dan personal. Meski harganya bervariasi, tergantung pada jenis kayu dan permintaan pembeli, popularitasnya terus meningkat di kalangan pecinta olahraga katapel.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Seringnya Juara, Yohanes Kini Membuat Ketapel Khusus untuk Lomba. Harganya Jutaan Rupiah

Seringnya Juara, Yohanes Kini Membuat Ketapel Khusus untuk Lomba. Harganya Jutaan Rupiah

Seringnya Juara, Yohanes Kini Membuat Ketapel Khusus untuk Lomba. Harganya Jutaan Rupiah

Yohanes Dwi Wibowo, seorang pengrajin katapel di Salatiga, sukses meraih perhatian pasar internasional dengan karyanya yang unik. Dibuat secara manual, katapel-katapelnya menawarkan karakteristik yang unik dan personal. Meski harganya bervariasi, tergantung pada jenis kayu dan permintaan pembeli, popularitasnya terus meningkat di kalangan pecinta olahraga katapel.
Foto Arief Rasika
Yohanes Dwi Wibowo, warga Jalan Kenanga Sari Butuh Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Didepan Piala yang diperolehnya berkat kejuaraan Ketapel
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bermain katapel membuka ingatan masa kecil ketika menggunakan senjata ini untuk mendapatkan buah incaran diatas pohon.

Siapa sangka, ‘senjata’ masa kecil ini nilainya bisa jutaan rupiah bahkan diminati pembeli hingga luar negeri.

Ya, contoh saja katapel buatan Yohanes Dwi Wibowo, warga Jalan Kenanga Sari Butu Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Sejak memulai membuat katapel pada 2016, dia memiliki pangsa pasar di Inggris, Amerika Serikat, dan Malaysia.

“Pada senang karena katapelnya dinilai punya karakteristik dan terasa personal sesuai pegangan karena dibuat secara manual,” jelas Yohanes saat ditemui di workshop Yo Slingshoot, selasa 2 November 2023 dirumahnya.

Menurut Yohanes, dirinya memang baru membuat katapel sesuai pesanan.

“Tapi memang paling banyak digunakan untuk kejuaraan, harganya kisaran Rp 250.000 hingga Rp 6 juta, tergantung jenis kayu dan permintaan pembeli, tingkat kesulitan atau ciri khas juga menentukan harga,” ungkapnya.

“Untuk membuat katapel itu penyelesainnya juga tidak tentu. Bisa dua jam selesai, tapi ada juga yang enam bulan belum tuntas. Apalagi kalau pembeli banyak permintaan, seperti minta jenis kayu khusus, warna kayu tua, dan lainnya,” terang ketua bidang kepelatihan organisasi pecinta ketapel Kabupaten Semarang ini.

Permintaan pembeli yang ‘paham’ katapel, lanjutnya, biasanya memerhatikan lebar frame, panjang dan lebar tip, serta ukuran karet pelontar. “Pegangan disesuaikan, pemain pakai tangan kanan atau kiri, bentuknya harus pas dengan hal tersebut,” tambah juara 1 open turnamen desa Ketapel di Gunung Kidul minggu lalu ini.

Dia selama ini membuat katapel dengan bahan utama kayu nusantara yang bertuah. “Indonesia ini kan kaya dengan kayu, jenis apa saja ada. Karena itu saya khusus membuat dengan kayu yang ada di Indonesia, seperti gaharu, stigi, dan cendana,” ujarnya.

Arena latihan ketapel milik Yohanes

Yohanes mengungkapkan, turnamen katapel saat ini mulai banyak penggemar di berbagai daerah. “Sebagai olahraga, memang antusias masyarakat sangat baik, meski tetap perlu disosialisasikan. Pegiatnya juga dari berbagai kalangan, karena olahraga ini mudah, murah, dan siapa saja bisa dimainkan,” paparnya.

Di Indonesia, turnamen katapel biasanya dimainkan dalam berbagai katagori dalam jarak 10 meter. “Itu yang favorit, meski kadang juga dikombinsi dengan jarak 15 meter. Untuk kategorinya ada pelajar, dewasa, dan anak. Lalu yang kelas papper target, multi spinner, dan kaleng dengan setiap peserta dibekali lima peluru atau gotri khusus,” kata Yohanes

Menurutnya, katapel ini adalah layaknya senjata. “Kalau dibilang risiko tinggi, ya semua ada risikonya. Karena itu prinsip kehati-hatian sangat diperlukan. Penonton minimal jarak tiga meter untuk posisi samping, sementara depan belakang sasaran harus clear. Pengambilan pataueluru atau gotri juga wajib berhati-hati,” ungkapnya.

Yohanes Dwi Wibowo, saat diwawancarai Media (Video: Arief Rasika)

BACA JUGA :

Sebanyak 948 atlet muda dari 35 kabupaten/kota mengikuti Kejuaraan Junior Panahan 2026 tingkat Jawa Tengah di Lapangan GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (20/5/2026). Kompetisi ini menjadi ajang seleksi menuju kejuaraan nasional sekaligus wadah pembinaan atlet muda, termasuk Muhammad Althaf Putranto yang sukses menjadi juara di kelas Standar Nasional U15 setelah menjalani latihan rutin selama 2,5 tahun terakhir.
Bidik Prestasi dari Wujil, 948 Atlet Ramaikan Kejurprov Junior Panahan Jateng
KONI Salatiga memberi peringatan kepada atlet yang tidak disiplin mengikuti tes parameter persiapan Porprov di sekretariat KONI Salatiga, Sabtu (9/5/2026). Dari 320 atlet proyeksi kontingen, sebanyak 84 atlet absen dan terancam dicoret apabila tidak mengikuti tes susulan sebagai bagian evaluasi pembentukan tim terbaik.
Puluhan Atlet Absen saat Tes, Ketua KONI Salatiga Ancam Coret dari Kontingen Porprov
Sebanyak 30 ribu pengunjung memadati Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu (10/5/2026), dalam ajang Indonesia’s Horse Racing Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026. Event yang digelar SARGA.CO, PP PORDASI, dan Pura Mangkunegaran itu memadukan kompetisi 147 kuda terbaik Indonesia dengan hiburan dan budaya Jawa.
IHR Hadirkan Pacuan Kuda di Indonesia, Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan
KONI Kabupaten Semarang menggelar tes fisik bagi 268 atlet dari 38 cabang olahraga di GOR Pandanaran Wujil, Sabtu (9/5/2026), sebagai persiapan menghadapi Porprov Jateng 2026. Pengujian bersama Universitas Ngudi Waluyo dilakukan untuk memetakan kesiapan fisik dan mental atlet sebelum memasuki tahap latihan lanjutan.
KONI Kabupaten Semarang Genjot Kesiapan Porprov 2026, 268 Atlet Jalani Tes Fisik
d’Emmerick Hotel Salatiga kembali menggelar d’Emmerick Swimming Championship IV pada 31 Mei 2026 dengan target 450 atlet muda dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kejuaraan renang untuk pelajar TK hingga SMP ini mengusung konsep Eco-Sport Tourism guna mendukung pembinaan atlet sekaligus promosi pariwisata Salatiga.
Ajang Tahunan, d’Emmerick Hotel Gelar Kejuaraan Renang, Target 450 Atlet
Sebanyak 147 kuda dari berbagai daerah akan berlaga dalam Indonesia’s Horse Racing Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu (10/5/2026). Ajang dengan total hadiah Rp600 juta ini menghadirkan 18 kelas lomba dan sistem handicap untuk menciptakan persaingan lebih adil sekaligus mendorong kebangkitan pacuan kuda nasional.
Ratusan Kuda Siap Bertarung dalam Piala Raja Mangkunegaran di Tegalwaton

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved