URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga bersama Dinas Pariwisata Kota Salatiga sukses menyelenggarakan Pawai Taaruf Piala Wali Kota ke-3 dan Festival Budaya Nusantara pada Sabtu (25/5/24) di Lapangan Desa Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, dengan tujuan merayakan dan menjaga keberagaman di Indonesia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Merawat Keberagaman dalam Bingkai Pancasila, Pawai Ta’aruf Ponpes Al Falah Pukau Warga Salatiga

Merawat Keberagaman dalam Bingkai Pancasila, Pawai Ta’aruf Ponpes Al Falah Pukau Warga Salatiga

Merawat Keberagaman dalam Bingkai Pancasila, Pawai Ta’aruf Ponpes Al Falah Pukau Warga Salatiga

Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga bersama Dinas Pariwisata Kota Salatiga sukses menyelenggarakan Pawai Taaruf Piala Wali Kota ke-3 dan Festival Budaya Nusantara pada Sabtu (25/5/24) di Lapangan Desa Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, dengan tujuan merayakan dan menjaga keberagaman di Indonesia.
Foto arief Rasika
Upacara pembukaan pawai Taaruf piala walik kota Salatiga ke 3
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga bersama Dinas Pariwisata Kota Salatiga sukses selenggarakan Pawai Ta`aruf Piala Wali Kota ke-3 dan Festival Budaya Nusantara pada Sabtu (25/5/24) di Lapangan Desa Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Salatiga.

Acara ini bertujuan untuk menjaga dan merayakan keberagaman yang ada di Indonesia. “Mudah-mudahan kegiatan kita bisa merangkai keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menjadi Rahmatan lil `Alamin,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Salatiga, Yayat Nur Hayat, dalam sambutannya.

Dengan tema “Merawat Keberagaman dalam Bingkai Pancasila,” acara ini menarik lebih dari seribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat dan lembaga di Kota Salatiga.

“Untuk peserta keseluruhan mencapai 1.224 orang, yang terdiri dari beberapa kalangan, mulai dari SD, SMP, dan pondok-pondok se-Salatiga, serta Orda dari Pondok Pesantren,” ujar Raul Hidayat, penanggung jawab pawai ta`aruf.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian acara haul KH Muhammad Zoemri RWS yang ke-9. Acara dimulai pada pukul 09.00 dan dibuka oleh perwakilan PJ Walikota yang menyampaikan sambutan dari Wali Kota Salatiga yang berhalangan hadir.

Kemudian, pawai dimulai dari seluruh kontingen melalui jalur yang telah ditentukan hingga kembali ke Lapangan Kecandran. Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan Festival Budaya yang menampilkan berbagai penampilan dari seluruh kontingen yang berpartisipasi.

Heru Prasetyo, anggota DPRD Kota Salatiga sekaligus tokoh masyarakat Dukuh, menyatakan bahwa sudah saatnya keramaian dan kegiatan tidak lagi hanya diselenggarakan di pusat kota.

“Hal ini diharapkan mampu meningkatkan sumber daya masyarakat dan ekonomi sekitar,” ujarnya.

Penampilan marching band Amni pukau penonton

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga