URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hotel D'Emmerick Salatiga menggelar workshop bertajuk "Bermain dan Berkreasi untuk Bumi Lebih Hijau" pada 29 Mei 2024, yang dihadiri oleh puluhan pendidik PAUD, TK, dan PPA dari Salatiga dan sekitarnya. Workshop ini mengajarkan pembuatan sabun dari minyak jelantah dan eco enzym dari sampah sayur dan buah, bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

D’Emmerick Hotel Salatiga Gelar Workshop Lingkungan Pembuatan Sabun bagi Guru PAUD, TK dan PPA

D’Emmerick Hotel Salatiga Gelar Workshop Lingkungan Pembuatan Sabun bagi Guru PAUD, TK dan PPA

D’Emmerick Hotel Salatiga Gelar Workshop Lingkungan Pembuatan Sabun bagi Guru PAUD, TK dan PPA

Hotel D'Emmerick Salatiga menggelar workshop bertajuk "Bermain dan Berkreasi untuk Bumi Lebih Hijau" pada 29 Mei 2024, yang dihadiri oleh puluhan pendidik PAUD, TK, dan PPA dari Salatiga dan sekitarnya. Workshop ini mengajarkan pembuatan sabun dari minyak jelantah dan eco enzym dari sampah sayur dan buah, bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga.
Foto dok IST
Peserta workshop sedang memperagakan proses pembuatan sabun minyak jelantah.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hotel D’Emmerick Salatiga gelar workshop bertajuk Bermain dan Berkreasi untuk Bumi Lebih Hijau ( 29/5/24 ). Workshop yang dihadiri puluhan Pendidik PAUD, TK dan PPA dari Salatiga dan sekitarnya ini sengaja mengangkat pembuatan sabun dari minyak jelantah dan eco enzym dari sampah sayur dan buah yang memang banyak dihasilkan dari limbah rumah tangga.

Menurut Pramusita Laring Widhi,Assistan Manager Marketing Hotel D’Emmerick, workshop pembuatan sabun dan eco enzym ini sengaja dipilih karena berawal dari keprihatinan D’Emmerick akan kondisi TPA Ngronggo saat ini yang sudah overload dengan sampah, baik sampah organic maupun unorganik.

“D’Emmerick saat ini lagi concern tentang bumi ini yang mulai ada global warming, banyak bencana. Kebetulan pembuatan sabun dan eco enzym ini juga ada di kegiatan kami di field trip. Selain itu sabun minyak jelantah dan exo enzym saat ini memang sedang happening, dan ramah banget. Semua keluarga kan membuang sampah, dan kita ingin bangun kesadaran rekan-rekan tentang sampah,” papar Pramusita.

Pramusita mengatakan bahwa saat ini D’Emmerick sendiri sedang menggalakkan daur ulang sampah yang di hasilkan dari aktivitas hotel menjadi sabun dan eco enzym.

Sementara itu Puput Octavia, Assisten General Manager menambahkan bahwa D’Emmerick merupakan eco park hotel yang bernuansa alam dengan banyak kegiatan yang disinergikan dengan tema-tema alam sehingga workshop pembuatan sabun dan eco enzym ini sangat cocok dikembangkan di lingkungan sekolah PAUD, TK maupun PPA agar mereka bisa belajar tentang alam dan lingkungan sejak dini.

Workshop pembuatan sabun dan eco enzym sendiri merupakan salah satu rangkaian acara anniversary D’Emmerick yang ke – 7.

‘Selain workshop kita juga ada swimming championship, lomba mewarnai, lomba senam dan di 30 Mei sebagai malam puncak acara anniversary kita ada acara internal khusus buat seluruh karyawan dan keluarganya,” pungkas Puput. (rief)

BACA JUGA :

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Satreskrim Polres Salatiga menangkap GR (50), buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang, yang diduga berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku diamankan di Banyudono, Boyolali, pada Jumat (18/7/2026) setelah penyelidikan atas laporan kehilangan Honda Supra 125 milik warga Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga. Polisi menyita sepeda motor korban beserta sejumlah barang bukti dan kini masih mengembangkan kasus untuk mengungkap dugaan aksi pencurian lain di wilayah Salatiga.
Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar