URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian Kabupaten Semarang didominasi oleh usia di atas 45 tahun, mencapai 77 persen, yang menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan sektor ini. Untuk regenerasi, Pemkab Semarang meluncurkan program Sekolah Tani Milenial, melibatkan 540 petani muda dalam pelatihan selama dua hari di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) Citra Muda, Kopeng, pada Senin (16/9/2024). K

Mbak Google

KABAR RASIKA

Regenerasi Sektor Pertanian, Pemkab Semarang Luncurkan Sekolah Tani Milenial

Regenerasi Sektor Pertanian, Pemkab Semarang Luncurkan Sekolah Tani Milenial

Regenerasi Sektor Pertanian, Pemkab Semarang Luncurkan Sekolah Tani Milenial

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memanen tomat cherry di agroeduwisata P4S Citra Muda Kopeng, Senin (16/9/2024). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha memanen tomat cherry di agroeduwisata P4S Citra Muda Kopeng, Senin (16/9/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sumber daya manusia (SDM) yang berkecimpung di sektor pertanian di Kabupaten Semarang didominasi oleh usia di atas 45 tahun, bahkan prosentasenya mencapai 77 persen. Hal itu jika dibiarkan jangka panjang, maka bisa mengancam keberlangsungan SDM pertanian.

Sebagai langkah regenerasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mendorong para kaum muda untuk kembali ke sektor pertanian. Salah satunya adalah dengan mencanangkan program sekolah tani milenial.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno menjelaskan, hasil sensus pertanian dari tahun 2013 hingga 2023 terjadi penurunan SDM pertanian sebanyak 10 persen. Artinya, ancaman ‘no farm, no food, no life’ bisa terjadi.

“Sehingga sekolah tani milenial ini diharapkan mampu membangkitkan gairah dan semangat anak-anak muda untuk bertani,” jelasnya di sela acara launching Sekolah Tani Milenial di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) Citra Muda, Dusun Sidomukti, Kopeng, Kabupaten Semarang, Senin (16/9/2024).

Edy menuturkan, Sekolah Tani Milenial kali ini melibatkan 540 petani muda. Digelar selama 2 hari dengan 12 sesi pelatihan. Program ini merupakan wadah bagi para kaum muda untuk belajar mengembangkan pertanian. Termasuk metode pertanian organik yang terbukti bisa meningkatkan hasil.

“Insyaallah akan menjadi program tahunan. Nanti akan kita ajarkan soft skill kewirausaahan, ekonomi digital, hingga modernisasi pertanian,” paparnya.

Ketua P4S Citra Muda, Sofyan Adi Cahyono mengatakan, Kabupaten Semarang memiliki potensi pertanian yang cukup besar meliputi dataran tinggi, persawahan, perikanan dan peternakan. Dengan potensi ini pihaknya ingin mendorong semangat bertani bagi para pemuda.

“Tahun ini kita dorong dan fasilitasi anak-anak muda tentang bagaimana berbisnis di sektor pertanian,” kata dia.

Pelatihan ini, lanjutnya, akan dibagi beberapa klaster yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, biofarmaka, perkebunan, peternakan, dan sebagainya. Sehingga Kabupaten Semarang Berdikari bisa terwujud melalui petani milenial.

“Dari klastering itu akan muncul petani milenial yang ahli di bidang masing-masing. Bahkan teman-teman muda ada yang mengemasnya menjadi agrowisata,” sambungnya.

Sementara Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mewanti-wanti agar Dispertanikap melakukan pendampingan bagi petani milenial setelah diberikan pelatihan.

“Setelah dilatih, praktek langsung, jangan dilepa. Dispertanikap lakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian. Kita akan bantu APBD agar lebih maksimal,” ujarnya.

Ngesti berharap, program Sekolah Tani Milenial ini mampu meningkatkan produksi pertanian. “Kita juga berupaya sosialisasi bagaimana bisa kerja sama antar BUMDes untuk saling mengisi dan melengkapi. Misal BUMDes mana penghasil beras kerja sama dengan penghasil sayuran, dan sebagainya,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta